Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Sampurastun Siap Digelar 23 Agustus 2019

Windy Eka Pramudya
SAMPURASTUN siap digelar Jumat, 23 Agustus 2019, di Gedung Eks Pabrik Tekstil PT BTN Jalan Ahmad Yani (Cicaheum) Kota Bandung, Sampurastun merupakan ajang silaturahmi bagi para penggemar The Rolling Stones.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
SAMPURASTUN siap digelar Jumat, 23 Agustus 2019, di Gedung Eks Pabrik Tekstil PT BTN Jalan Ahmad Yani (Cicaheum) Kota Bandung, Sampurastun merupakan ajang silaturahmi bagi para penggemar The Rolling Stones.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

MENGUSUNG tema Dance with Wolves, Sampurastun siap digelar Jumat, 23 Agustus 2019. Berlangsung di Gedung Eks Pabrik Tekstil PT BTN Jalan Ahmad Yani (Cicaheum) Kota Bandung, Sampurastun akan memanjakan para penggemar band The Rolling Stones.

Di Sampurastun ketiga ini, dijadwalkan akan tampil antara lain DJ Duddy, De Dalstone, Star Setun, dan Setun Nyatu. Selain itu, akan ada kolaborasi spesial lewat Bandung All Star yang dihuni Budi Dalton, Hari Pochang, Budi Arab, Belle Dalton, Inkmary, Gebeg, Trisno, Magi /rif, dan Gangan Sahara.

Penggagas Sampurastun Budi Dalton mengungkapkan, Sampurastun merupakan ajang silaturahmi bagi para penggemar The Rolling Stones. Kegiatan ini tercetus saat Budi merasa hilangnya beberapa medium musik khususnya untuk penggemar The Rolling Stones. Melalui Sampurastun, dia ingin kegiatan ini menjadi wadah pencinta The Rolling Stones.

"Sejak era digital berkembang, ada yang hilang dari budaya Stones Lover di Kota Bandung. Di era 1970-an sampai 2000-an, para Stones Lover di Bandung disatukan di banyak radio seperti Volvo, Bongkeng, Mara, dan GMR karena mereka punya program khusus pencinta The Rolling Stones. Sekarang seolah-olah komunitas pencinta The Rolling Stones itu mati karena jarang ada kegiatan," tutur Budi di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Senin, 19 Agustus 2019.

Budi bersama Jetu Network Indonesia kemudian menggagas Sampurastun yang berlangsung pertama kali pada 2014 di Taman Budaya Jawa Barat, Jalan Bukit Dago Selatan, Kota Bandung. Pada 2017, Sampurastun kedua berlangsung meriah di Gudang PT KAI, Jalan Sukabumi, Kota Bandung. 

Menurut Budi, nama Sampurastun merupakan perpaduan budaya Sunda yaitu kata 'sampurasun' dan The Rolling Stones. Tak hanya nama, tapi kemasan Sampurastun juga menghadirkan budaya Sunda, salah satunya pertunjukan reak dan rajah bubuka di awal pelaksanaan Sampurastun 2019. 

"Adopsi budaya asing akan melahirkan budaya baru yang tetap berakar ke Indonesia. Di Sampurastun, kami ingin menyatukan berbagai kalangan sambil menikmati lagu-lagu dari The Rolling Stones. Intingnya, Sampurastun adalah tribute to The Rolling Stones yang tetap berlandaskan Pancasila," ungkap Budi.

Untuk tema Dance with Wolves, kata Budi, mereka mencari semangat yang bisa menyatukan semua kalangan. Bagi Budi, tema ini dia terjemahkan sebagai kegiatan pasca-pemilu dan tidak ada sedikitpun pengaruh politik di Sampurastun kali ini.

"Dance with Wolves atau berdansa dengan serigala bisa dimaknai dengan berbagai hal. Buat saya serigala adalah salah satu simbol untuk keserakahan," ucap Budi.

Budi menyebutkan, di Sampurastun kali ini, mereka ingin memancing penggemar The Rolling Stones dari generasi milenial. Kehadiran Gebeg dan Inkmary (vokalis Rosemary) menjadi salah satu cara untuk menggaet anak muda. Begitu juga dengan performa DJ Duddy yang akan menampilkan lagu-lagu The Rolling Stones yang jarang dibawakan live. 

"Kami ingin ada generasi penerus untuk merawat silaturahminya, bukan melestarikan band The Rolling Stones-nya, karena mereka sudah besar. Sejak awal, konsep Sampurastun adalah menggabungkan budaya dan silaturahmi," ujar Budi.

Salah seorang musisi penampil, Budi Arab menyebutkan, dia selalu senang bisa tampil di Sampurastun. Tahun ini, Budi Arab akan hadir bersama Bandung All Star.

"Saya selalu senang datang ke Sampurastun soalnya bisa silaturahmi dengan sesama musisi dari berbagai genre dan generasi. Saat mengajak Trisno (PAS Band) untuk kolaborasi, dia juga senang," kata Budi Arab.

Dari Komunitas Bandung Stoner, Mpit menyebutkan, di Sampurastun 2019 dia akan tampil dengan band-band dari Cianjur, Jakarta, Tasikmalaya, dan Depok. Menurut Mpit, sambutan para penggemar The Rolling Stones dari kota-kota lain sangat antusias untuk tampil di Sampurastun.

"Komunitas Bandung Stoner tidak hanya diisi para orang tua, tapi anak mudanya juga ada. Komunitas kami tidak membeda-bedakan umur atau latar belakang, tapi yang penting menyukai The Roling Stones," kata Mpit.***

Bagikan: