Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 22.1 ° C

Latihan Bungee Working Bakar Kalori Dua Kali Lebih Banyak dari Berlari

Gita Pratiwi
null
null

SENSASI melayang-layang dengan bantuan tali pengaman, di dalam ruangan, akan Anda rasakan saat melakukan latihan ini. Senam ritmik ini benama bungee working.

Secara keseluruhan, ini berupa latihan gerak dengan sentuhan akrobatik yang menggunakan chord seperti pada olahraga bungee jumping.  Menurut instruktur bungee working, Stepahanie T. Lauw, keunggulan latihan ini adalah tingginya intensitas, bertekanan rendah, dan fokus pada pengencangan otot.

“Latihan ini membakar lebih banyak kalori. Dua kali lebih banyak daripada olahraga lari, sehingga dapat menjadi alternatif yang menyenangkan bagi yang ingin menurunkan berat badan. Selain itu juga low impact, tidak memberi tekanan dan beban pada kaki,” ujar Stephanie, di Svarga E-Motion Sanctuary, di Jalan Karang Tinggal, Bandung, kepada PR.

Dia menambahkan, latihan ini aman dilakukan bagi yang memilik cedera pada lutut dan kaki, juga bagi para lanjut usia, dan penderita obesitas. Sedangkan yang dimaksud kelebihan ketiga, core focused, lantaran gerakan-gerakannya fokus pada seluruh core muscle pada tubuh, membantu memperkuat otot sekitar perut dan pinggang. Pada beberapa kasus, membantu perbaikan dan pembentukan postur.

Selain tentunya, kata Stepahnie, latihan ini dapat membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan tubuh.

Dalam satu kali latihan, sekitar satu jam, dibagi dalam tiga tahap. Pemanasan, latihan dengan koreografi, dan pendinginan.

Sebelum memulai, instruktur akan memasangkan harness pada tali yang menjuntai dari langit-langit, sesuai dengan tinggi badan kita. Kemudian, latihan dimulai dengan pemanasan dan pengenalan gerakan-gerakan. Setelah itu dipandu untuk melakukan gerakan-gerakan kombinasi, seperti pada senam aerobik, lengkap dengan putaran lagu. Bedanya, dengan tali menjuntai menopang tubuh, Anda akan melayang ke sana ke mari, seperti terbang.

“Rasanya fun, tapi keringat akan mengucur deras, karena latihan cardio berlangsung seolah tanpa terasa,” kata Stephanie, yang juga Sarjana di bidang Sport Science dan Magister Ilmu Faal Olahraga Klinis dari Australia ini.

Dia bertutur, olahraga ini pertama kali ditemukan pemain sirkus asal Thailand, yang menemukan manfaat dari gerakan bungee profesional. Untuk kemudian dikenalkan kepada masyarakat luas, dengan tali yang lebih pendek.

Bandung, ia pilih menjadi kota pertama di Indonesia, untuk dikenalkan olahraga ini. Untuk diketahui, terdapat juga latihan bungee untuk lansia dan anak-anak.***

Bagikan: