Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 29.4 ° C

Tips Memilah dan Mengolah Tepung Beras untuk Camilan Tradisional

Gita Pratiwi A
CHEF Dewi.*/ GITA PRATIWI/PR
CHEF Dewi.*/ GITA PRATIWI/PR

TEPUNG beras menjadi pilihan bahan baku berbagai olahan tradisional. Banyak menu sajian dan jajanan yang lahir dari kreasi tepung beras. Misalnya kue putri mandi, onde onde, kue mangkok, dan banyak lagi.

Namun memilih tepung beras juga ternyata diperlukan trik khusus, terutama untuk kesegaran jajanan tradisional. Soalnya menu tradisional kerap mengombinasikan tepung dengan santan kelapa atau bahan alami lain yang bisa mudah asam.

Berikut ini kiat memilah dan mengolah tepung beras dari Chef Dewi Purwati. "Pertama saat memilih di supermarket pilih yang tepungnya tidak disimpan langsung di lantai. Cara penyimpanan tepung langsung ke lantai itu bisa bikin tepung bau apek," kata Dewi di sela Cita Rasa Kemerdekaan, di Lotte Grosir Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Kamis, 15 Agustus 2019.

Selain mudah terkontaminasi bau menyengat, kata Dewi, tepung juga rentan jadi tempat pertumbuhan kutu dan bakteri. Maka penyimpanan di rumah pun harus higienis dan tertutup. Ia mengingatkan agar tepung-tepungan jangan simpan di kulkas.

Dia mengatakan, tepung beras merupakan produk glutten free, yang cocok buat program diet. Cocok untuk membuat kue dan kudapan. "Bedanya dengan terigu, karena terbuat dari makanan pokok kita, tepung beras dan ketan membuat kenyang, "ujar Dewi.

Tekstur lembut olahan tepung beras, ujarnya, didapatkan dari pencampuran santan yang sudah dihangatkan lebih dulu. "Biar tambah lembut lagi, misalnya buat putri mandi, tambahkan kentang kukus yang disaring," ucapnya.

Supaya sajian awet, gunakan bahan segar, dan dimatangkan dengan baik. Santan direbus dulu juga agar sajian lebih higienis.

Dalam event tersebut ia juga menyajikan Sayur Lodeh Teri Jengki, Kue Putri Mandi, Lapis Pelangi, Kue Mangkok, Onde Merah Putih, dan Talam Merah Putih. Hadir juga presenter televisi Chand Kelvin yang turut membagikan cerita di balik usaha kuliner yang ia kembangkan. ***

Bagikan: