Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 29.4 ° C

Gegedugan Melatih Kerja Sama dan Kekompakan

Tim Pikiran Rakyat
WARGA di Desa Cikalong sangat antusias mengikuti lomba kesenian tradisional khas Desa Cikalong yaitu Gegedugan.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN
WARGA di Desa Cikalong sangat antusias mengikuti lomba kesenian tradisional khas Desa Cikalong yaitu Gegedugan.*/MUSLIH JERRY/KABAR PRIANGAN

PANGANDARAN, (PR).- Masyarakat di Kabupaten Pangandaran sangat antusias menyambut perayaan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang. Kegiatan yang biasa disebut tujuhbelasan tersebut dilakukan dengan berbagai cara.

Antusiasme warga terlihat juga di acara tujuhbelasan Desa Cikalong Kecamatan Sidamulih. Berbeda dengan daerah lain, warga Cikalong justru menekankan pelestarian budaya tradisional. Tidak heran jika lomba yang digelar merupakan tradisi nenek moyang mereka, yakni seni gegedugan.

Lomba tersebut disambut meriah oleh warga setempat. Sekitar ratusan warga memenuhi lapang Desa Cikalong, Kamis 15 Agustus 2019. Mereka menunjukan kreativitas dan kerja sama.

Kepala Desa Cikalong Upang Supandi mengatakan lomba 17-an sudah menjadi tradisi turun temurun untuk merayakan kemerdekaan. Selain sebagai ajang unjuk bakat dan kebolehan, permainan juga dapat mengakrabkan sesama.

"Pada tahun ini kami menggelar lomba berbeda yaitu memunculkan kesenian tradisional khas Desa Cikalong," ungkapnya kepada wartawan Kabar Priangan, Musli Jerry.

Menurutnya, perlombaan ini dilakukan berkelompok supaya dapat melatih kerja sama, kekompakan dan sportivitas peserta dalam hal ini dari masing-masing RT dan RW se-Desa Cikalong.

"Pesertanya dari 3 Dusun 38 Rt dan 10 Rw,hadiahnya akan dibagikan setelah upacara Agustusan nanti," tuturnya.

Selanjutnya sebagai bentuk pelestarian kesenian tradisional khas daerah berupa gegedugan, di Desa Cikalong sendiri mulai tahun 2019 akan rutin dilaksanakan setiap malam bulan purnama yaitu pada tanggal 14. Gegedugan akan digelar setiap bulannya, bertempat di Dusun masing-masing RT karena mereka memiliki lesung secara serentak.

"Alhamdulilah animo masyarakat sangat bersemangat untuk melestarikan kesenian tradisional gegedugan ini," lanjutnya.

Sementara itu Iwan (47) warga setempat mengatakan, sangat positif jika tiap tujuhbelasan digelar kegiatan yang melestarikan tradisi warga. Ini penting artinya, karena mengingatkan generasi muda agar melestarikan budaya tradisional.

"Saya bangga dengan animo masyarakat di sini dalam melestarikan budaya peninggalan nenek moyang terdahulu yang selalu kompak," tambahnya.***

Bagikan: