Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya berawan, 27.8 ° C

Masakan Padang Ternyata Sehat Dikonsumsi, Berikut Faktanya

Endah Asih Lestari
SAJIAN warung masakan Padang di kawasan Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung.*/DOK. PR
SAJIAN warung masakan Padang di kawasan Jalan Dipati Ukur, Kota Bandung.*/DOK. PR

"WASPADA kolesterol setelah menyantap makanan Padang" adalah anekdot yang seringkali kita dengar. Penyebabnya adalah kehadiran santan, yang ada di hampir semua makanan Padang. Tetapi, sebuah penelitian terbaru menyatakan sebaliknya. 

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Kamis, 15 Agustus 2019, Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang justru menemukan bahwa masakan Minangkabau yang bersantan sehat untuk dikonsumsi.

Penelitian itu disimpulkan oleh Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Prof. Nur Indrawaty Lipoeto. Dia mengatakan, selama ini banyak yang khawatir makanan bersantan berdampak buruk bagi kesehatan, karena bisa menyebabkan kolesterol jahat dalam tubuh, sehingga memicu sakit jantung, tekanan darah tinggi dan stroke.

"Santan memang mengandung lemak, namun terdiri dari campuran air, yakni di setiap 100 gram santan terdiri dari 25 persen lemak dan 75 persen air," ucapnya di Padang, Kamis, 15 Agustus 2019.

Selain itu, menurut dia, makanan yang bersantan lebih sedikit mengandung lemak dibandingkan makanan yang digoreng. Bahkan, ia khawatir jika orang Minang berhenti mengonsumsi santan dan beralih ke masakan yang digoreng karena berbahaya untuk kesehatan.

"Apalagi jika makanan yang digoreng menggunakan minyak bekas yang telah berkali-kali digunakan," kata dia.

Selain itu, makanan bersantan juga terdiri dari banyak bumbu dan rempah-rempah seperti kunyit, jahe, lengkuas, serai, bawang merah, bawang putih, dan dedaunan yang mengandung antioksidan.
 

Tips agar sehat

Supaya menikmati masakan bersantan yang sehat, maka ia menyarankan agar memilih daging yang padat dan tidak berlemak untuk dikonsumsi.

Selain itu, dimasak dengan menggunakan api sedang yakni sekitar 87 derajat Celcius, sehingga dapat membuat masakan menjadi sehat karena oksidasi pada lemak lebih sedikit.

"Biasanya kalau menggoreng makanan menggunakan suhu lebih dari 200 derajat celsius, sehingga proses oksidasi menjadi cepat dan perubahan yang terjadi pada makanan tidak sehat," katanya.

Ia juga mengatakan, Minangkabau terkenal dengan masakannya yang bersantan. Salah satunya ialah rendang yang merupakan makanan khas orisinal warisan nenek moyang secara turun temurun.

"Jika kita tidak memasaknya karena takut tidak sehat, lalu siapa lagi yang akan memasak dan mengembangkannya," ujar dia.

Penelitian tersebut sudah dilakukan sejak tahun 1998, bahkan sudah dipublikasikan di jurnal-jurnal nasional maupun jurnal internasional dan sudah dipublikasikan juga di seminar nasional maupun internasional.

"Sejak tahun 1998 hingga saat ini, saya masih melakukan penelitian tentang manfaat dari makanan bersantan," katanya.***

Bagikan: