Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Langit umumnya cerah, 24.6 ° C

Gurih dan Nikmat Aroma Dedemla, Makanan Khas Ciamis

Nurhandoko
DEDEMLA, kudapan khas Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, yang banyak disajikan saat lebaran dan hajatan. Kudapan ini sudah kurang populer, tapi tetap dilestarikan.*/NURHANDOKO/PR
DEDEMLA, kudapan khas Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, yang banyak disajikan saat lebaran dan hajatan. Kudapan ini sudah kurang populer, tapi tetap dilestarikan.*/NURHANDOKO/PR

NAMANYA dedemla, salah satu kudapan khas wilayah Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis yang mulai tersisih, namun belakangan ini kembali dilestarikan. Kudapan sederhana tersebut pun ternyata pernah disajikan dalam pertemuan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI London tahun 2017.

Dilihat dari wujudnya, dedemla yang selalu hadir saat lebaran dan hajatan ini agak mirip dengan aci goreng. Akan tetapi, warnanya lebih cokelat dan rasanya lebih gurih. Aromanya juga khas paduan kencur dengan bawang.

“Saya hanya melestarikan saja, apalagi sekarang dedemla juga sudah mulai jarang dijumpai, termasuk di daerah asalnya yakni Kecamatan Cikoneng. Paling hanya ada saat lebaran atau ketika ada hajatan,” tutur Lely Neysa Yami, warga Dusun/Desa/Kecamatan Cikoneng, Ciamis, Rabu, 14 Agustus 2019.

Dia mengungkapkan, dedemla yang dibikin pernah dibawa oleh kerabatnya dalam pertemuan Astase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI di London. Pada saat itu, kenang Lely, kerabatnya sempat pulang ke kampung dan ketika hendak kembali bekerja di London membawa oleh-oleh dedemla.

“Saya mendapat kabar dari sana (London), banyak yang suka dan mempertanyakan asalnya dari mana. Enak, katanya. Ketika saya masih kecil, namanya dedemek, akan tetapi entah karena apa sekarang menjadi dedemla,” ungkapnya.

IBU Lely Neysa Yamin menunjukkan dedemla, kudapan khas Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, yang banyak disajikan saat lebaran dan hajatan. Kudapan ini sudah kurang populer, tapi tetap dilestarikan.*/NURHANDOKO/PR

Bahan bakunya mudah ditemui dan proses pembuatannya pun mudah

Untuk membuat kudapan khas Cikoneng itu, ia melanjutkan, bahan bakunya mudah ditemukan di tengah masyarakat. Antara lain tepung tapioka, tempe atau oncom, bawang merah dan putih, kencur atau cikur, terasi, serta parutan atau irisan kelapa.

Semula, kata Lely, yang digunakan untuk campuran tepung tapioka adalah oncom rebus. Akan tetapi, karena banyak yang tidak begitu suka, kemudian diganti tempe rebus.

Setelah diuleni, adonan kemudian diamparkan dan selanjutnya dipotong sesuai selera. Ukurannya biasanya tidak begitu besar supaya lebih praktis ketika hendak dimakan.

“Rasanya memang lebih cenderung gurih, enak, apalagi dimakan ketika masih hangat. Campuran kelapa parut atau irisan kelapa, juga memberikan sensasi yang khas. Aslinya dedemla dipanggang di atas arang, akan tetapi saat ini digoreng. Untuk variasi, kadang juga diberi cabai,” katanya.

Mengenai pemasarannya, dia mengatakan bahwa promosi tidak hanya melalui media social. Ia pun menerima banyak pesanan dan mengolah dedemla sesuai pesanan karena kudapan itu tidak tahan lama.

 “Dalam kondisi basah hanya bertahan sehari, akan tetapi ketika sudah dipanggang atau digoreng dapat sampai dua hari. Biasanya sebelum dikirim, juga dibakar atau digoreng setengah matang, sesuai permintaan. Semoga saja dedemla , makanan khas Cikoneng dapat terus bertahan dan berkembang,” tutur Lely.***

Bagikan: