Pikiran Rakyat
USD Jual 14.089,00 Beli 14.187,00 | Umumnya cerah, 29.1 ° C

Menyantap Kuliner Rumahan Autentik di Imah Babaturan

Gita Pratiwi
SALAH satu menu di Imah Babaturan, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung.*/INSTAGRAM
SALAH satu menu di Imah Babaturan, Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung.*/INSTAGRAM

BUAT pecinta kuliner Bandung, nama Warung Kopi Imah Babaturan pasti sudah tak asing lagi. Cita rasa menu Imah Babaturan sukses menawan lidah pemburu rasa, sehingga menjadi hits di kalangan warganet dua tahun terakhir. 

Untuk menemukan kedai ini sudah beroperasi sejak 2015 ini, pengunjung harus menuju ke Jalan Kebon Bibit, Kota Bandung. Jalan yang tidak asing lagi bagi para pelancong yang gemar ke Cihampelas ini, bisa mengambil ruas jalan ini sebagai alternatif selain lewat Jalan Pelesiran.

Meski namanya warung kopi, namun kedai ini punya menu makanan yang tidak bisa dilewatkan para penggemarnya saat berkunjung. Yakni makanan berat yang terhidang bersama nasi panas. 

Ada tongseng kambing, gulai kambing, tongseng ayam kampung, gulai ayam kampung, soto ayam kampung, sop ayam, dan sate sapi goreng. Itu semua contoh menu reguler yang selalu ada di setiap kesempatan berkunjung ke sana.

Uniknya, mereka memiliki menu mingguan yang berganti-ganti setiap Kamis. Menu itu cukup unpredictable. Artinya, pengunjung tidak akan tahu menu apa yang akan hadir dari minggu ke minggu.

Saat Pikiran Rakyat berkunjung pekan lalu, menu mingguan yang sedang berlaku ialah mie bebek dan sop buntut. Mie bebek disajikan dengan cara digoreng, lengkap dengan suwiran daging bebek yang empuk, ditambah telur ceplok mata sapi di atasnya. Sedangkan sop buntut terdiri dari kuah bening dan tiga potong buntut sapi besar, dilengkapi potongan dadu wortel dan kentang.

Semua menu, kecuali yang berkuah disajikan di atas piring enamel beralas daun pisang persegi. Termasuk nasinya. Porsi setiap menu terbilang cukup besar dibandingkan jika kita menyantap makanan rumahan lain, di warung nasi atau warung tegal.

Rasa pedas yang tidak tanggung-tanggung juga bisa ditemui pada oseng sapi pedas dan cumi cabe ijo. Tidak ada level kepedasan yang dapat dipilih sesuai selera. Menu-menu ini khusus untuk memanjakan mereka yang tergila-gila dengan rasa pedas, yang juga ramai diminati di Kota Bandung.

OSENG lidah sapi.*/INSTAGRAM IMAH BABATURAN

Berawal dari masakan ibu

Nama Imah Babaturan terinspirasi dari kisah pribadi pemiliknya pasangan Muhammad Nurul Huda atau Uyul dan Anggia Bonyta. Menu-menu yang hadir di warung ini bermula dari masakan ibunda Uyul di rumah. Resep, cara memasak, dan cita rasa itu telah terwariskan dengan sempurna ke tangan sang asisten rumah tangga.

“Masakan Mbak yang menginspirasi kami buka kedai. Kita mulai dulu dari apa yang kita bisa (sajikan), yaitu masakan Mbak,” ucap Uyul. Ia bertutur, Mbak, begitu ia menyapa ART-nya, saat memasak tidak bisa dalam porsi yang sedikit.

Untuk menghabiskan masakan yang berlimpah ruah itu, Uyul dan Anggia sering memanggil teman-temannya makan di rumah. Itulah awal mula nama Imah Babaturan, yang artinya rumah teman.

Menurut Uyul, penggantian menu setiap pekannya sangat tergantung pada selera sang empunya kedai. Ketika ia memiliki ide untuk makan siang apa saja pekan ini, maka akan ia hadirkan di menu mingguan. Cumi Cabe Ijo yang semula hadir mingguan, dihadirkan dalam menu reguler, setelah banyak peminatnya.

“Menu mingguan tidak pernah sama. Mie bebek ini baru hadir tiga kali dengan sekarang. Ke depannya, menu selalu berubah-ubah sesuai kita sedang inginnya apa,” kata Uyul.

Sedangkan untuk minumannya, kopi yang jadi favorit ialah sajian tubruk dan es latte. Sebuah ide bagus jika Anda menyeruputnya bersama kue dan roti di Toko Kue Teman, yang terdapat di dalam kedai.

Kedai ini juga terkenal dengan gimik uniknya memberi penghargaan terhadap pelanggan favorit mereka. Sang pelanggan favorit akan memperoleh hadiah, yakni namanya tertera di gelas plastik kopi pesanan semua pelanggan selama sepekan.

Kriteria pelanggan favorit ini, kata Uyul, dipilih berdasarkan intensitasnya berkunjung dan jumlah santapan yang ia nikmati di Imah Babaturan.***

Bagikan: