Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 31.2 ° C

Gunakan Dori dan US Beef Slice, Makanan Padang dari Bandung Dapat Apresiasi Bekraf

Gita Pratiwi
TALAMAK Bowl, sajian nasi Padang dengan lauk ayam, ikan dori, dan daging sapi. */GITA PRATIWI/PR
TALAMAK Bowl, sajian nasi Padang dengan lauk ayam, ikan dori, dan daging sapi. */GITA PRATIWI/PR

NASI Padang khas Sumatera Barat sempat digadang-gadang jadi makanan nomor satu dunia oleh media-media internasional. Aneka masakan dengan olah rempah dari ikan, daging sapi, daging ayam, sayur mayur, identik dengan kuah santan yang aroma bumbunya menyengat.

Rumah Makan Padang pun tersebar hampir di seluruh penjuru tanah air, dan memiliki banyak peminat bukan hanya dari orang Sumatera. Tentunya, nasi Padang menjadi menu yang juga memiliki banyak cerita di hati masyarakat.

Umumnya, nasi Padang disajikan bertumpuk dalam bungkus, terdiri dari nasi, kuah santan, daun singkong, buah nangka rebus, dan lauk. Tetapi tiga pengusaha asal di Bandung, Tonny Darmawan, Billy Sindora, dan Dicky Sukamana memilih memodernisasi nasi Padang.

Ketiganya membuat Talamak Bowl, sajian nasi Padang dengan lauk ayam, ikan dori, dan daging sapi. Ayam dan dorinya dilumuri tepung dan digoreng krispi sebelum disajikan dengan saus rendang.

Sementara rendang daging sapi dihidangkan secara lembaran, dan merupakan US beef slice. Di setiap kotak atau mangkok porsi Talamak, terdapat juga sayuran berupa kol dan kacang panjang berkuah santan, dan daun singkong rebus. Ditambah lagi sambal lado dan sambal hijau.

Saat Pikiran Rakyat mencicipi menu-menunya, rasa rempahnya tetap kuat khas masakan Padang. Meskipun secara tampilan sudah berbeda.

“Bumbu dan cara masaknya masih ala Padang banget. Seperti rendang yang dimasak sembilan jam dengan rempah-rempah komplet. Orijinal. Hanya lauknya saja yang diganti,” kata salah seorang pemilik, Tonny, beberapa waktu lalu.

Dia lantas menjelaskan pemilihan slice beef, sebagai rendang tercacah, agar lebih mudah dinikmati berbagai kalangan usia.

Pemilihan menu masakan Padang, kata dia, karena terdapat mimpi besar terhadap makanan Indonesia di mata dunia. “Makin hari kita melihat minat kuliner Indonesia makin berkurang. Kita punya kuliner mendunia, kenapa tidak kita bawa ke next level. Saya punya mimpi menu ini ada di luar negeri,” katanya.

Itulah kenapa tidak ada menu jeroan, otak, atau ikan tongkol. Supaya bahan bakunya dengan mudah ditemukan di negara lain, ketika mimpinya terwujud nanti.
Penemuan lainnya adalah penyertaan sendok dan garpu pada setiap nasi Padang bungkus.

“Ide awalnya dari salah satu founder yang suka sekali kuliner Padang. Saat naik kereta, ia membawa bekal nasi Padang bungkus. Saat mau makan, susah sekali dinikmati, tangan belepotan, dan makanan pun berceceran,” katanya. Talamak sendiri berasal dari Bahasa Minang yang berarti terenak.

Inovasi mereka pun memperoleh apresiasi dari Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) , dengan menobatkan Talamak menjadi finalis ajang Food Startup Indonesia Accelelator (FSIA) 2019.

Saat ini Talamak Bowl hadir di tiga titik Kota Bandung. Antara lain di Pasirkaliki, Dipa Junction Jalan Aria Jipang, dan Kosambi.

Selain ramai dipesan melalui aplikasi ojek dalam jaringan, resto ini sering melayani katering. Dalam waktu dekat, akan hadir juga di Jakarta, karena permintaannya yang tinggi di sana.***

Bagikan: