Pikiran Rakyat
USD Jual 14.095,00 Beli 14.193,00 | Cerah berawan, 28.5 ° C

Bukan Pangan Sehat, tapi Pangan Aman yang Lengkap Gizi

Vebertina Manihuruk
Ilustrasi.*/CANVA
Ilustrasi.*/CANVA

SERING menggunakan istilah healthy food (pangan sehat) untuk menilai satu bahan makanan? Ternyata, itu bukanlah istilah yang tepat. Dalam kesehatan gizi, yang lebih tepat untuk digunakan adalah istilah pangan aman. Makanan bisa jadi sehat ketika dikonsumsi bersama sumber gizi lain yang tentunya semua harus aman.

Istilah healthy food memang seringkali digunakan untuk satu sumber makanan yang seakan-akan mencakup semua kebutuhan gizi seseorang. Padahal, satu jenis bahan makanan akan menyehatkan bila dikonsumsi bersama bahan lainnya yang saling melengkapi kebutuhan gizi.

Menurut Hardiansyah, Kepala Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan), Ilmu Kesehatan Gizi mengenal istilah pangan aman dan bukannya pangan sehat. Hardiansyah yang juga Ketua Asian Congress of Nutrition 2019, mengatakannya dalam acara Asian Congress of Nutrition di Nusa Dua Bali, seperti dilansir dari kantor berita Antara Senin, 5 Agustus 2019.

"Enggak ada istilah pangan sehat (healty food) yang ada itu sebutannya pangan aman. (Makanan) bergizi dan berkualitas kalau diracik sesuai kebutuhan gizi. Yang juga manfaatnya bisa membuat sehat, maka dia sehat. Pangan sehat hanya ada di ASI karena memiliki kandungan nutrisi yang lengkap," kata Hardiansyah.

Ia mengatakan, kategori dari pangan aman ialah pangan yang bebas dari cemaran, baik secara kimia, mikrobiologi, ataupun zat renik. Dalam hal ini, terpenting dari pangan aman adalah fungsinya yang dapat memenuhi kebutuhan gizi harian.

Perhatikan label dan kandungan gizi

MAKANAN sahur dan berbuka puasa yang dinikmati Muhammad Alfian Ramadhan di Oregon, Amerika Serikat.*/DOK. PRIBADI

Hardiansyah menambahkan bahwa terdapat beragam jenis makanan yang dapat dikonsumsi namun kandungan gizinya tidak diperhatikan. Untuk itu, ia mengharapkan masyarakat dapat mengonsumsi sesuai dengan kebutuhan harian, yaitu empat sehat lima sempurna.

"Biasanya itu, paling banyak jajanan luar yang tidak aman, cuma banyak yang beli karena harganya murah. Jumlah jajanan yang tidak aman dikonsumsi ada 10-15%, dari minuman dingin, seperti es batu yang diolah, ada yang tidak bersih. Lalu untuk jajanan ringan, kalau ada tulisan reg: ML (Merek Luar) dan reg: Merek Dalam Negeri, berarti sudah diawasi oleh Badan POM," katanya.

Ia menyatakan bahwa jajanan yang telah memiliki keterangan dari Badan POM, berarti layak dikonsumsi. Namun apabila ditemukan tanpa keterangan tersebut, berarti produk makanan itu harus dihindari.

Untuk menjaga pangan aman tersebut, terdapat banyak hal yang wajib dikelola, seperti rutin mengkonsumsi sayur dan buah, membatasi konsumsi makanan berminyak, dan membatasi makanan dengan kalori yang tinggi. Selain itu, jumlah makanan juga harus dikontrol, sesuai dengan kebutuhan.

Berbagai faktor juga harus diperhatikan konsumen. Misalnya label dari kemasannya, kebersihannya, serta kandungan gizi yang dimiliki pada makanan yang akan dikonsumsi.***

Bagikan: