Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian cerah, 28.1 ° C

Pusakata Rilis Album Perdana Dua Buku

Windy Eka Pramudya
PUSAKATA.*/DOK PUSAKATA
PUSAKATA.*/DOK PUSAKATA

SETELAH merilis empat single sebagai perkenalan, pada Selasa, 30 Juli 2019, Pusakata melahirkan album perdana. Dalam format double album, Pusakata memberi judul debutnya itu dengan Dua Buku. Album ini ditulis dengan cinta, semangat, dan hasrat terhadap musik.

Sekadar informasi, Pusakata adalah entitas musikal baru yang dibangun Mohammad Istiqamah Djamad atau yang biasa disapa Is. Sejak awal 2018, empat buah single dirilis sebagai pendahuluan untuk penikmat musik yang ingin tahu karakter musik dan lirik Pusakata, yaitu Cemas, Kehabisan Kata, Jalan Pulang, dan Kumpul Famili dan Teman. Untuk menandai perilisan album Dua Buku, Pusakata merilis single Kita.

"Di album ini saya mencurahkan seratus persen segenap cipta, rasa dan karsa. Mulai dari penulisan lirik, lagu, sampai menjadi produser eksekutifnya. Tak ada gagasan yang terlalu rumit untuk musik yang ingin ditampilkan, namun, tak lain hanya kumpulan rekaman lagu-lagu yang bagus," tutur Pusakata lewat pos-el, Rabu, 31 Juli 2019.

Pusakata menyebutkan, album Dua Buku lebih dari sekadar lagu-lagu yang indah. Akan tetapi, Dua Buku adalah kumpulan jurnal perjalanan Pusakata selama sekian tahun. 

Dia berkisah tentang pulang ke kampung halamannya setelah berjibaku di ibukota dan berkeliling Indonesia. Pusakata menulis banyak cerita dan kegundahannya. Cerita personal yang mungkin jadi pengalaman personal bagi orang lain, siapapun yang menjadi pendengarnya. 

Ragam kisah ditulis di album ini. Misalnya tentang ketakutan anak-anak di lagu Cemas. Lagu ini memotret anak-anak yang menjadi antara lain korban perang, konflik, kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan seksual. 

Ada juga cerita tentang perjalanan pulang ke rumah seperti di lagu Jalan Pulang. Lagu ini menyoal momentum penyadaran diri. Sebuah perenungan untuk kembali mengingat rumah, mencari jalan pulang, pulang ke rumah.

Di lagu Kehabisan Kata, Pusakata terinspirasi dari naskah berjudul Metropole yang ditulis istrinya, Agnes Purwanti. Sementara itu, di lagu Kumpul Famili dan Teman, Pusakata menggambarkan hangatnya suasana rumah bersama keluarga dan teman-teman. 

"Seluruh tema di album Dua Buku lahir dari sebuah pemikiran sederhana. Yang menjadikannya istimewa adalah cara saya menyanyikan lirik-lirik itu dengan syahdu. Saya ingin mengajak pendengar untuk masuk ke dalam sebuah cerita, membaca buku, dua buku jadi satu," kata Pusakata. 

Album Dua Buku dikerjakan Pusakata bersama produser Sadrach Lukas. Album ini terdiri atas 12 lagu yang dipecah menjadi dua CD. Di CD pertama, Pusakata menaruh lagu Cemas, Lagu Pesisir, Kumpul Famili dan Teman, serta Senja Disini. Sementara itu, di CD kedua terdapat lagu Kita, Satu, Kehabisan Kata, Jalan Pulang, Aku, Kau, dan Malam, Bangun, Di Mana Kau Kawan, dan Watch Out. 

Dengan dirilisnya Dua Buku, Pusakata berharap semoga album ini bisa menjadi obat bagi siapapun yang rindu dengan karya-karya dari Pusakata. Semoga album ini juga bisa memberikan warna bagi kanvas musik Indonesia.***

Bagikan: