Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Hujan singkat, 29.4 ° C

Layar Jazz Kita Bertabur Penampilan Memukau

Satira Yudatama
FAVEL Fatima (vokal) featuring Jason Limanjaya (piano) menyuguhkan sejumlah lagu secara memukau saat tampil pada sesi "Pianistic" dalam rangkaian acara "Layar Jazz Kita", berlangsung di Auditorium Institut Francais Indonesia Bandung, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Senin, 29 Juli 2019. Terdapat sejumlah penampil lain yang juga menyuguhkan permainan memukau, yakni Nicodemus Horrison, Brandon Matthew Setiadi, Ratih Putria.*/SATIRA YUDATAMA/PR
FAVEL Fatima (vokal) featuring Jason Limanjaya (piano) menyuguhkan sejumlah lagu secara memukau saat tampil pada sesi "Pianistic" dalam rangkaian acara "Layar Jazz Kita", berlangsung di Auditorium Institut Francais Indonesia Bandung, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Senin, 29 Juli 2019. Terdapat sejumlah penampil lain yang juga menyuguhkan permainan memukau, yakni Nicodemus Horrison, Brandon Matthew Setiadi, Ratih Putria.*/SATIRA YUDATAMA/PR

TEPUK tangan dengan irama teratur mengiringi penampilan pianis berusia 13 tahun Brandon Matthew Setiadi saat memainkan "Cantaloupe Island" karya pemusik jazz dunia Herbie Hancock. Sambutan meriah penonton tampak memberi tambahan semangat bagi pianis yang baru mempelajari jazz setahun belakangan tersebut, memainkan lagu dengan gaya panggung energik.

Penampilan Brandon tersuguh pada sesi "Pianistic" dalam rangkaian acara "Layar Jazz Kita", berlangsung di Auditorium Institut Francais Indonesia Bandung, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Senin, 29 Juli 2019. Acara itu terselenggara atas kerja sama Layar Kita, Klab Jazz, dan IFI Bandung. 

Brandon menunjukkan keterampilannya, sempat memainkan piano hanya dengan satu tangan saat memainkan nomor klasik "Polonaise Héröique" (Frédéric Chopin). Dia pun menerapkan banyak aksentuasi sembari mempraktikkan gerakan ekspresif, menebalkan penyampaian latar emosi akan suguhan lagu. 

Brandon membawakan dua suguhan lain dengan sikap penuh percaya diri, di antaranya, lagu jazz berjudul "Take The 'A' Train" (Duke Ellington), serta "Fantaisie Impromptu" (nomor klasik karya Frédéric Chopin). Sambil membangun interaksi dengan penonton, pianis yang lebih dulu mempelajari musik klasik daripada jazz itu selalu menyampaikan pengantar setiap hendak membawakan lagu. 

Sesuai Brandon menuntaskan penampilan, Koordinator Utama Klab jazz Dwi Cahya "Niman" Yuniman menyampaikan ulasan, dan pujian . Niman menyarankan kepada Brandon tetap fokus mendalami musik klasik. "Andaikan suatu saat beralih ke jazz, kami siap menyambut dengan amat senang hati," ucap Niman kepada Brandon.

Terdapat sejumlah penampil yang juga menyuguhkan permainan memukau, yakni Nicodemus Horrison, Favel Fatima featuring Jason Limanjaya, Ratih Putria. Kebanyakan penampil memanggung dengan format solo, mengekspos kreasi, serta kelihaiannya memainkan piano.

Favel Fatima (vokal) yang tampil bersama Jason Limanjaya (piano) membawakan beberapa lagu, di antaranya, "Gloomy Sunday" (Rezső Seress), "Bang Bang (My Baby Shot Me Down)" (Sonny Bono, pernah populer oleh Frank Sinatra). Permainan piano apik Jason membaur padu dengan vokal merdu Favel.

Sementara itu, Nicodemus Horisson mempersembahkan sejumlah lagu, di antaranya, "Armando's Rhumba" (Chick Corea), " Taking A Chance On Love" yang telah memiliki banyak versi, di antaranya Ella Fitzgerald. Nico memainkan piano sambil sesekali mengentak-entakan kaki ke lantai panggung, membubuhkan unsur irama tersendiri. Berdasarkan pengakuan di tengah penampilan, Nico sempat mengalami grogi. 

Ekspresi semringah membumbui penampilan Ratih Putria saat membawakan lagu "Jounetsu Tairiku" (Tarou Hakase), menebar efek suasana ceria. Suasana berubah menjadi sentimental saat Ratih memainkan lagu karya mendiang ayahnya, berjudul "Wayahna". 

Dalam rangkaian acara, terselenggara screening film "Born To Be Blue" garapan Robert Budreau, dan diskusi yang menghadirkan Jason Limanjaya, Dwi Cahya Yuniman, serta pengamat budaya Jasiaman Damanik (moderator).***

Bagikan: