Pikiran Rakyat
USD Jual 14.037,00 Beli 14.135,00 | Umumnya cerah, 24.3 ° C

Fourtwnty Tampil Intim di Liga Musik Nasional

Windy Eka Pramudya
FOURTWNTY tampil di pentas Liga Musik Nasional (Limunas) edisi ke-14, Minggu, 28 Juli 2019, di Auditorium IFI, Jalan Purnawarman, Kota Bandung.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
FOURTWNTY tampil di pentas Liga Musik Nasional (Limunas) edisi ke-14, Minggu, 28 Juli 2019, di Auditorium IFI, Jalan Purnawarman, Kota Bandung.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

SEJAK muncul sebagai pengisi soundtrack film Filosofi Kopi 2: Ben & Jody (2017), nama Fourtwnty seakan menjadi magnet baru penikmat musik Indonesia. Kendati kerap diledek sebagai band penikmat senja dan penyesap kopi, Fourtwnty tak pernah berhenti. Kiprah mereka terus melaju dengan melahirkan sejumlah hit.

Aktif sejak 2010, Fourtwnty solid dalam formasi Ari Lesmana (vokal, gitar), Nuwi (gitar), dan Roots. Mereka telah melahirkan minialbum Setengah Dulu (2014), album Lelaku (2015), dan Ego & Fungsi Otak (2018). Aransemen musik yang sederhana tapi kaya bebunyian, dibalut lirik bertutur dan puitis dengan tema sehari-hari, menjadi identitas kuat Fourtwnty.

Tak hanya itu, aksi mereka di atas panggung juga selalu dinantikan. Seperti yang tercipta di pentas Liga Musik Nasional (Limunas) edisi ke-14, Minggu, 28 Juli 2019. 
Berlangsung di Auditorium IFI, Jalan Purnawarman, Kota Bandung, Fourtwnty tampil dalam konsep intim di depan ratusan penonton. Selain Fourtwnty, tampil juga band Syarikat Idola Remaja.

Nomor Realita dan Aku Bukan Binatang menjadi awal perjumpaan Fourtwnty. Tanpa diminta, dua lagu itu langsung membuat penonton nyanyi bersama Ari. Dengan tiket yang terjual habis dua minggu sebelum pertunjukan menjadi bukti kalau Fourtwnty adalah salah satu idola baru di ingar bingar musik Indonesia.

"Assalammualaikum, sampurasun Bandung. Senang sekali bisa hadir di Limunas malam ini. Selamat bersenang-senang teman-teman," kata Ari.

Seusai menyapa, repertoar berlanjut dengan Argumentasi Dimensi dan Kita Pasti Tua. Interaksi penonton dengan Fourtwnty terbangun aktif. Tanpa perlu diminta, mereka terus bernyanyi bersama Ari. Alhasil tercipta pertukaran energi positif antara penonton dan awak Fourtwnty yang membuat Limunas terasa menyenangkan.

"Malam hari ini cukup banyak lagu yang akan kami bawakan. Ya, kira-kira sisa tiga lagu. Kami persiapkan untuk Limunas ini dua bulan ya, sampai kita nge-gym," kata Ari yang disambut tawa penonton.

Tentu saja Ari hanya bercanda. Tanpa banyak cakap, Ari dkk melanjutkan dengan Diam-diam Kubawa 1, Iritasi Ringan, Segelas Berdua, Puisi Alam, Diskusi Senja, dan Aku Tenang. Saat Diskusi Senja" sempat mati listrik di tengah lagu dan membuat pertunjukan berhenti tiga menit. Ari dkk malah menganggap itu sebagai gimmick tak terduga. 

"Sebelum lanjut boleh saya minta satu permintaan. Saya minta jangan ada mengeluarkan handphone dan merekam lagu ini. Bukan apa-apa, takutnya ada Atta Halilintar, dijadikan konten, grebek Limunas," kata Ari yang disambut tawa dan teriakan "ashiaaapp" dari penonton.

Permintaan Ari dituruti. Ari melarang penonton merekam penampilan dia karena dia membawakan lagu baru yang pertama kalinya dibawakan ke publik. Lagu yang katanya belum diberi judul ini terinspirasi dari istrinya.

Repertoar berlanjut dengan kembali ke album-album yang telah dirilis. Misalnya lagu Kusut dan Hitam Putih yang menggerakan penonton bernyanyi bersama. Di lagu Hitam Putih, Ari bahkan meminta penonton yang menyanyikannya. Sehingga Hitam Putih benar-benar dinyanyikan penonton utuh dari awal sampai akhir.

Babak akhir aksi Fourtwnty menyuguhkan dua hit yang membuat Limunas pecah. Sejak intro, penonton telah heboh. Lagu Zona Nyaman dan Fana Merah Jambu sukses menutup Limunas XIV dengan meriah.

Sebelum Fourtwnty, band Syarikat Idola Remaja tampil tak kalah seru. Band yang sudah merilis minialbum selftitled ini diawaki Dimas Dinar (vokal, gitar), Yuddhaswara (vokal, gitar), Arum Tresnaningtyas (vokal, ukulele), Jon Kastella (vokal, gitar), Sendy Novian (cajon), Zulki (gitar), Yaya Risbaya (tamborin), Fariz Alwan (bangsing), dan Ferry Nurhayat (keyboard). Selama hampir 60 menit mereka mengisi repertoar dengan antara lain Kiaracondong, Lelaki dan Rembulan, Secercah, Kota yang Mahsyur, Musafir Anthem, dan Doa.***

Bagikan: