Pikiran Rakyat
USD Jual 14.282,00 Beli 14.184,00 | Umumnya cerah, 18.2 ° C

Alasan Kenapa Gundala Akan menjadi Film Indonesia yang Fenomenal

Windy Eka Pramudya
GUNDALA.*/BUMILANGIT STUDIOS
GUNDALA.*/BUMILANGIT STUDIOS

AKAN tayang 29 Agustus 2019, film Gundala akan menjadi salah satu film fenomenal di Indonesia. Pasalnya, film arahan sutradara Joko Anwar ini melibatkan lebih dari seribu pemain. Selain itu, lokasi syuting yang dipakai untuk mendukung adegan adalah lokasi sebenarnya, bukan sekadar studio.

Pemeran Sancaka dan Gundala, Abimana Aryasatya mengungkapkan, sutradara dan penulis Gundala, Joko Anwar ingin menceritakan kondisi sosial di masyarakat yang seutuhnya. Untuk itulah, film ini membutuhkan pemain yang banyak, dan dibuat sedetail mungkin.

Pada teaser trailer Gundala diperlihatkan beberapa adegan yang melibatkan banyak pemain. Misalnya saat terjadi tawuran di pabrik antara buruh dan petugas keamanan, serta adegan kerusuhan di pasar.

"Selain pemain yang jumlahnya banyak, Joko juga memakai set asli. Misalnya adegan di pabrik, ya pakai pabrik betulan. Begitu juga dengan elemen pendukung, seperti air dan lumpur," tutur Abimana di Braga Citywalk, Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu, 13 Juli 2019 lalu.

Abimana menyebutkan, film Gundala menyelesaikan proses pengambilan gambar selama 53 hari. Jika dihitung sejak praproduksi, Joko Anwar telah memulai proses menulis dua tahun lalu. Pada Sabtu, 20 Juli 2019, trailer Gundala akan dirilis di kanal Youtube.

"Sebagai penulis, Joko mengambil intisari kisah Gundala dari komiknya. Konsep ceritanya berbeda, karena Joko punya visi sendiri untuk film ini. Di film akan diperlihatkan proses Sancaka menjadi Gundala," ungkap Abimana.

Menurut Abimana, Joko telah menyiapkan karakter Sancaka dan Gundala dengan detail. Termasuk banyak gerakan atau gestur tubuh Gundala yang mengandung banyak arti. Hal ini memudahkan Abimana sebagai aktor untuk mengenal karakter yang dia mainkan.

"Joko adalah sutradara yang detail. Dia tidak hanya bikin film. Akan tetapi, setiap dialog dan adegan ada tujuannya," ujar Abimana.

KOSTUM Gundala diperlihatkan dalam acara konferensi pers film Gundala di Braga City Walk, Jalan Braga, Kota Bandung, Sabtu 13 Juli 2019.*/ARIF HIDAYAH/PR

Sementara itu, penata laga film Gundala, Cecep Arif Rahman mengatakan, dia melibatkan banyak petarung asli untuk mendukung adegan kolosal. Menurut Cecep, banyak gerakan yang dimatangkan dari awal. Namun, saat adegan yang melibatkan banyak pemain, gerakan laga bisa spontan tercipta saat syuting.

"Adegan laga di film Gundala ini aman untuk ditonton keluarga. Sebagai koreografer, saya memasukan banyak teknik silat. Teknik ini saya kolaborasikan dengan beberapa gerakan bela diri yang lain untuk disesuaikan dengan kebutuhan gambar," ungkap Cecep yang berperan sebagai tokoh Suara Batin di film Gundala.

Cecep mangaku senang bisa terlibat di film Gundala. Beberapa aktor yang sudah memiliki dasar bela diri, seperti Abimana dan Hannah Al Rashid, membuat pekerjaanya sedikit ringan.

"Saat ini kita perlu sosok yang menggugah generasi sekarang untuk menjadi pahlawan. Seperti sosok Gundala yang merupakan manusia biasa, tapi selalu ingin membela yang benar dan berlaku adil," kata Cecep.***

Bagikan: