Pikiran Rakyat
USD Jual 13.961,00 Beli 14.059,00 | Cerah berkabut, 25.1 ° C

Stroke Kini Rentan Diderita Usia Muda

Siska Nirmala
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

BOGOR, (PR).- Penyakit stroke atau kelainan pembuluh darah kini rentan menyasar masyarakat usia muda. Sebelumnya, penyakit ini berisiko diderita masyarakat berusia di atas 50 tahun.

Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Bedah Saraf Siloam Hospitals Bogor, dr Thomas Tommy. "Biasanya dari statistik di atas 50 tahun. Tetapi belakangan ini usianya lebih awal, umur-umur 20 atau 30 suka ada yang mengalami stroke," ujarnya di Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 13 Juli 2019, seperti dilansir Kantor Berita Antara.

Menurut dia, selain faktor usia, potensi stroke yang tidak bisa dibendung yaitu akibat faktor keturunan ataupun genetika. Adapun risiko stroke yang bisa diminimalisir bagi mereka yang berpotensi dari kalangan perokok, penderita kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, penderita diabetes, dan penderita penyakit lain yang berisiko stroke.

"Definisinya stroke suatu kelainan pembuluh darah yang menyebabkan neurologis secara tiba-tiba. Berdasarkan statistik, stroke penyebab kedua disabilitas," kata dr Tommy.

Ia mengatakan, penyakit stroke bisa dicegah dengan cara pola hidup sehat, yakni olahraga dan makan teratur. Dr Tommy mengimbau agar masyarakat peka ketika memiliki potensi stroke, sehingga bisa langsung memeriksa diri ketika mengalami tekanan darah tinggi dan penderita penyakit berpotensi stroke lain.

Selain itu dia juga memaparkan mengenai pentingnya kesehatan otak. Karena, otak merupakan pusat dari seluruh kegiatan tubuh manusia. Menurut dr Tommy, bila otak terganggu, maka kesehatan tubuh dan mental akan terganggu pula.

Sementara itu, Direktur Siloam Hospitals Bogor Liediawati Shahaan kesadaran masyarakat terdahap kesehatan otak secara umum masih terbilang sangat rendah. Ia menyebutkan, sejauh ini lebih banyak pasien memeriksa kesehatan jantung atau organ tubuh lainnya.

"Pada kenyataannya, brain check up sangat diperlukan karena berguna untuk mendeteksi penyakit yang mengancam kesehatan otak, seperti stroke,” tuturnya.***

Bagikan: