Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Cerah berawan, 29.1 ° C

Idola Baru Milenial, Ardhito Pramono, Buai Penonton Prambanan Jazz Festival 2019

Windy Eka Pramudya
ARDHITO Pramono naik pentas Prambanan Jazz Festival, Jumat, 5 Juli 2019.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
ARDHITO Pramono naik pentas Prambanan Jazz Festival, Jumat, 5 Juli 2019.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

JERIT histeris penonton, terutama perempuan, terdengar menyambut kedatangan musisi muda Ardhito Pramono. Beberapa orang bahkan dengan heboh spontan berteriak, "Ardhito ganteng banget". Ardhito naik pentas Prambanan Jazz Festival, Jumat, 5 Juli 2019, setelah hanya suaranya yang terdengar memperkenalkan awak bandnya malam itu.

Ya, Ardhito adalah idola baru di kalangan milenial. Wajah tampan, kemampuan bermusik yang mumpuni, dan lagu-lagu berlirik cinta yang kekinian menjadi formula Ardhito mencuri perhatian pecinta musik Indonesia.

Di atas panggung, penyanyi yang juga penyiar radio ini bernyanyi sambil bermain keyboard dan sesekali gitar. Jenis musik yang dia mainkan cenderung musik yang terkesan serius, yaitu swing dan jazz. Namun, kemampuan Ardhito mengemasnya menjadi menyenangkan. Membuat siapa pun bisa menikmati aksi Ardhito.

Di Prambanan Jazz Festival 2019, Ardhito menyajikan menu sejumlah single dan materi yang termuat di mini album, A Letter to My 17 Year Old. Sebagai pembuka, Ardhito melantunkan Di Senayan.

Seusai itu, dia membawa penonton bernyanyi bersama untuk nomor Say Hello. Di lagu ini, Ardhito sempat improvisasi memainkan lagu Baby Shark dengan keyboard sambil tersenyum jahil.

"Apa kabar teman-teman. Boleh saya sedikit cerita ya. Siapa yang pernah dikhianati teman-teman dekatnya. Jadi teman kalian ini jadian sama gebetan kalian. Ini lagu tentang itu," kata Ardhito.

Cerita Ardhito

Kisah Ardhito mengantarkan penonton untuk mendengarkan Fake Optics. Setelah itu, Ardhito kembali berbicara kepada penonton.

"Terima kasih promotor yang bisa menghadirkan kami di sini, dan kalian yang sudah datang. Ingat jangan buang sampah sembarangan," kata Ardhito.

Ardhito melanjutkan aksi dengan Bitterlove. Lagu ini bercerita tentang pemberi harapan palsu. Kisah lain hadir lewat Superstar yang bercerita tentang dia dan orang-orang di sekitarnya yang menyombongkan diri.

Setelah tampil, Ardhito mengaku senang bisa hadir di Prambanan Jazz Festival 2019. Dia tak menyangka respons penonton sangat positif terhadap penampilan dia. Ardhito juga melakukan persiapan khusus sebelum tampil di Prambanan Jazz Festival 2019.

"Kalau persiapan tampil di festival gini biasanya olah raga. Soalnya kalau tampil di dalam ruangan, enggak gampang lelah, beda dengan tampil di luar begini. Susah fokus karena mudah keringetan. Makanya harus olah raga. Saya biasanya push up," kata Ardhito.

Menurut Ardhito, dia sangat mengapresiasi perhelatan Prambanan Jazz Festival yang telah memasuki tahun kelima penyelenggaraannya. Dia berharap, stigma orang tentang musik jazz sebagai musik pengantar tidur atau musik lemas, tidak ada lagi.

"Kalau kita lihat, di era 1940-an atau 1950-an, musik jazz itu buat ajojing di pesta. Seru, loh," ujar musisi berusia 24 tahun itu.***

Bagikan: