Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Sebagian berawan, 21 ° C

Burgerkill Rilis Album Killchestra dalam Format Vinyl, Lewati Proses Kreatif Panjang

Windy Eka Pramudya
GITARIS Burgerkill Ebenz tampil dalam konser bertajuk Killchestra, di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, 15 April 2018.*/YUSUF WIJANARKO/PR
GITARIS Burgerkill Ebenz tampil dalam konser bertajuk Killchestra, di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, 15 April 2018.*/YUSUF WIJANARKO/PR

SUKSES dengan konser Killchestra yang digelar April 2018, band metal Burgerkill siap merilis konsep konser dalam album. Dengan judul Killchestra, album berisi enam tembang itu dirilis dalam format vinyl atau piringan hitam.

Album Killchestra menjadi pembuktian Vicky (vokal), Ebenz dan Agung (gitar), Ramdan (bas), serta Putra (drum) yang terus bereksplorasi dengan musik.

Ebenz mengatakan, ide membuat konser Burgerkill dengan musik orkestra sudah terpikir sejak 2012 tetapi baru terealisasi April 2018. Selain konser, mereka juga merekamnya di Praha, Republik Ceska.

Burgerkill/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

"Kami pikir menarik bisa mengawinkan musik orkestra yang klasik dan metal. Musik kami yang sarat distorsi bisa kolaborasi dengan musik yang sarat harmonisasi. Bisa tampil dengan kelompok orkestra adalah pengalaman luar biasa," ujar Ebenz di Kantin Nasion The Panas Dalam Jalan Ambon, Kota Bandung, Kamis 20 Juni 2019.

"Bermain band sebenarnya begitu-begitu saja, makanya saat berkarya kami ingin mengeksplorasi terus," kata Ebenz.

BURGERKILL tampil dalam konser betajuk Killchestra, di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, 15 April 2018.*/YUSUF WIJANARKO/PR

Menurut dia, sejauh ini para personel Burgerkill puas dengan hasil rekaman yang telah mereka lakoni. Ebenz dkk. sepakat merilisnya dalam bentuk vinyl karena format tersebut diyakini adalah format audio terbaik untuk mendengarkan musik.

"Selain dalam bentuk vinyl, kami juga bikin dalam format CD yang dijual sepaket dengan vinyl. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi mereka yang tidak punya alat pemutara vinyl. Untuk vinyl, kami hanya produksi 300 keping," ujar Ebenz.

Pemilihan lagu

Sementara itu Agung mengatakan, proses merekam lagu Burgerkill dengan orkestra tak mudah. Sebagai langkah awal, para personel Burgerkill memilih lagu yang paling memungkinkan dan paling banyak unsur harmoninya. Dari situ, mereka diskusi dengan arranger musik klasik Alvin Witarsa.

BURGERKILL tampil dalam konser betajuk Killchestra, di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, 15 April 2018.*/YUSUF WIJANARKO/PR

BURGERKILL tampil dalam konser betajuk Killchestra, di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, 15 April 2018.*/YUSUF WIJANARKO/PR

"Kami kasih lagu ke Alvin, kemudian dia membuat partitur untuk komposisi musik orkestranya. Setelah selesai, digabungkan dengan aransemen rancangan kami," kata Agung.

Untuk album Killchestra, awak Burgerkill sepakat untuk memilih enam lagu yaitu Anjing Tanah, Penjara Batin, Tiga Titik Hitam, An Elegy, Only The Strong, dan Angkuh.

Album Killchestra dirilis dalam dua paket yaitu boxset yang terdiri atas vinyl, poster 60x60 cm, slipmat, foto, booklet, CD, woven patch, stiker, dan totebag. Sementara itu, paket reguler terdiri atas vinyl, stiker, CD, dan totebag.***

Bagikan: