Pikiran Rakyat
USD Jual 14.106,00 Beli 13.806,00 | Umumnya berawan, 20 ° C

Kantin Bi Eem Lokasi Jadian Dilan dan Milea Jadi Tempat Ngopi Unik

Gita Pratiwi A
Hanami dan Kyoto, kreasi sajian kopi unik.*/GITA PRATIWI/PR
Hanami dan Kyoto, kreasi sajian kopi unik.*/GITA PRATIWI/PR

 

FILM Dilan 1990 dan Dilan 1991 masih hype hingga pertengahan 2019 ini. Untuk para penontonnya, adegan demi adegan, juga setting dan dialognya, mungkin masih membekas dalam benak. Bagaimana dengan Anda?

Jika Anda memperhatikan adegan tamparan karakter Anhar untuk Milea, tempat Dilan dan Milea menandatangani akta pacaran, pengeroyokan, hingga masa putus Dilan dan Milea, semuanya berlangsung di Kantin Bi Eem.

Di film, kantin dengan Bi Eem (diperankan oleh Tike Priatnakusumah) sebagai pedagangnya, mengambil setting sebuah rumah di Jalan Panaitan no.22 Kota Bandung. Sedikit napak tilas ke lokasi tersebut, tidak banyak yang berubah dari sisi depan. Meskipun kini bangunan itu bertransformasi menjadi kafe Coffeelense, pengunjung tetap dapat berfoto ala syuting film Dilan dan Milea di  depan kafe.

Kantin Bi Eem, Jalan Panaitan 22 Bandung.*

Bagaimana dengan kopi yang disajikan di sini? 

Rupanya, mereka memiliki varian kopi yang unik. Di samping kopi standar dengan teknik penyajian manual brewing, Coffelense juga punya kreasi es kopi aneka rasa yang atraktif.

Seperti misalnya, Canon Bomber, kopi espresso yang dicampur soda. Cara penyajian yang atraktif ini, patut dinantikan. Saat disodorkan ke meja, segelas soda siap dicelup secangkir espresso. Bukan disiramkan, melainkan secangkir espresso memang dimasukkan ke dalam gelas yang lebih besar berisi soda. Wuzz, gelembung pun akan membuncah hingga ke permukaan, sementara bagian dalam gelas berbaur menjadi es kopi dengan rasa unik. 

Selain itu ada Zumin, racikan es kopi susu gula aren, yang disajikan setelah dikocok dengan shaker. Signature lainnya, Hanami, yang terdiri dari red velvet, susu, dan espresso, dan Kyoto, dengan campuran matcha alias green tea. Jika Kyoto mengambil nama kota di Jepang, Hanami mengambil nama agenda melihat bunga sakura di sana.

Nama Zumin (yang terinspirasi dari zoom-in) dan Canon Bomber, memang tidak terlepas dari latar belakang Coffeelense, yang dulunya sebuat startup yang erat dengan kamera.

"Standar awalnya ingin edukasi pengunjung soal kopi. Ujung tombaknya memang manual brew tapi pasar gak bisa bohong. Lalu kami eksperimen dan ketemu  menu-menu signature-nya," kata Dimas Krismandi, salah satu pemilik kafe itu.

Dengan harga ramah pelajar, ia menyajikan ragam sajian kopi hasil roasting sendiri, dari biji kopi Rancakalong, Kabupaten Sumedang. Untuk makanannya, Anda bisa juga mencoba aneka ricebowl, sajian pasta, nasi goreng, dan steak.

Beruntung sekali kafe itu dijadikan set untuk syuting film laris. Ia mengaku kafenya ramai pengunjung dari berbagai usia. Mulai anak-anak sekolah, hingga ibu-ibu yang bernostalgia akan kenangan 1990-an.***

Bagikan: