Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Cerah berawan, 26.4 ° C

Kawasan Eks-Ledakan Chernobyl Kini Populer Berkat Serial Televisi

Eva Fahas
null
null

PRIPYAT, (PR).- Setelah mengguncang dunia dengan kehadiran delapan musim Game of Thrones, stasiun televisi HBO kembali menyuguhkan serial favorit semidokumenter, Chernobyl. Diketahui, serial sebanyak 5 episode ini mengisahkan detil kejadian ledakan nuklir terhebat pada masanya di Chernobyl, sebuah pusat studi radiasi di Pripyat, Ukraina.

Setelah musibah radiasi terbesar di tahun 1986 itu, kawasan Chernobyl menjadi zona pengecualian karena sebagian besar pihak berhati-hati dengan tingkat radiasinya. Tapi kini selepas kisah kelam Chernobyl dirilis HBO, kawasan kota mati ini kembali "hidup" dengan kedatangan turis.
 

Dikutip dari laman Mashable, terimakasih kepada para selebgram (selebriti Instagram, red), Chernobyl sekarang ini menjadi salah satu area yang dicari karena dianggap Instagramable. Ketik saja di kolom pencarian "pripyat" atau "chernobyl plant", maka Anda akan menemukan banyak unggahan mereka yang menyengaja datang dan berfoto di kawasan eks-ledakan nuklir tersebut.

Bahkan beberapa diantaranya berpose dengan mengenakan protective suit diantara puing-puing bekas ledakan. Sisa-sisa kota Pripyat yang hancur menjadi daya tarik tersendiri.

Diakui salah seorang pemandu wisata di Pripyat, sejak serial Chernobyl tayang perdana di HBO pada Mei 2019 lalu, ada kenaikan kunjungan ke bekas nuclear plant tersebut sebanyak 40 persen. Bahkan, pemandu wisata yang fasih berbahasa Inggris mendapatkan bayaran hingga 100 dolar AS untuk sekali pelayanan.

'Wisata bencana' tengah diminati

Fenomena disaster tourism alias pariwisata bencana sepertinya jadi salah satu celah bisnis yang tengah menanjak akhir-akhir ini. Selain mendatangi kawasan Chernobyl, peminat disaster tourism juga melakukan tur bus ke New Orleans, Amerika Serikat, selepas diterjang Badai Katrina.

Saat ledakan nuklir di Chernobyl, sebanyak 31 orang tewas saat kejadian berlangsung. Akan tetapi, tingginya angka radiasi di kawasan tersebut, sebanyak 9000 orang dilaporkan meninggal dunia terkait musibah itu. Bahkan, jumlah tersebut diperkirakan lebih banyak lagi yang belum terdata atau tidak terlaporkan.

Kendati begitu, setelah 33 tahun ledakan Chernobyl terjadi, sebagian orang percaya jika tingkat radiasi di kawasan tersebut semakin menurun. Bahkan sebagian pemandu wisata meyakinkan turis bahwa kawasan bekas ledakan itu sudah aman.
 

Salah satunya Viktoria Brozhko, seorang pemandu wisata disana mengungkapkan jika tingkat radiasi di zona pengecualian Chernobyl saat ini hanya sekitar 2 microsieverts. "Besaran ini setara dengan radiasi yang bisa diterima kita jika diam di rumah selama 24 jam," katanya.

Brozhko juga menuturkan jika sebagian besar turis yang mendatangi Chernobyl ingin menyaksikan langsung pusat nuklir yang mereka lihat di serial televisi. "Berkat HBO, orang semakin penasaran dengan apa yang terjadi dengan Chernobyl," ujarnya.***

Bagikan: