Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Sebagian berawan, 24.9 ° C

Bentuk Kepedulian kepada Pedagang Pasar Kosambi

Satira Yudatama
PERSONEL Balaruna featuring Gatot Gunanawan (penari) tampil pada acara "Pass Are Cause I'M Be" di pelataran Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu, 2 Juni 2019. Acara terselenggara atas dasar kepedulian sejumlah pemusik Bandung akan para pedagang Pasar Kosambi yang mengalami duka akibat kebakaran pada18 Mei 2019.*/SATIRA YUDATAMA/PR
PERSONEL Balaruna featuring Gatot Gunanawan (penari) tampil pada acara "Pass Are Cause I'M Be" di pelataran Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu, 2 Juni 2019. Acara terselenggara atas dasar kepedulian sejumlah pemusik Bandung akan para pedagang Pasar Kosambi yang mengalami duka akibat kebakaran pada18 Mei 2019.*/SATIRA YUDATAMA/PR

DERU mata bor yang menembus permukaan atap berbahan seng, serta bunyi ketukan palu muncul bersahutan. Sejumlah pedagang tampak hilir mudik dengan membawa papan untuk keperluan pembangunan jongko darurat. Sebagaimana situasi khas pasar, tampak pula aktivitas jual beli. Hal itu menghiasi penyelenggaraan acara "Pass Are Cause I'M Be" di pelataran Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Minggu, 2 Juni 2019.

Acara terselenggara atas dasar kepedulian sejumlah pemusik Bandung akan para pedagang Pasar Kosambi yang mengalami duka akibat kebakaran pada18 Mei 2019. Menyelingi suguhan musik, penyelenggara menggalang donasi untuk membantu para pedagangan, melalui sumbangan langsung, serta pendapatan lelang barang.

Sejumlah penampil meramaikan penyelenggaran acara, yakni Parahyena, Gumam, Plastisin, Maw & Wang, Tiur featring Yefta dan Teman Tidur, Balaruna featuring Gatot Gunawan. Mereka menyelipkan ungkapan prihatin, dan dorongan semangat kepada para pedagang di tengah penampilan, mencerminkan sikap empati.

Balaruna dengan formasi Harry "Koi" Pangabdian (handpan), Daniv Veryana (handpan), Faizal "Bob" Budiman (handpan) menyuguhkan sejumlah musik instrumental eksotis, tampak memuat perpaduan berbagai warna musik etnik dunia. Komposisi musik suguhan Balaruna memuat ragam bunyi unik, terkemas dengan irama penuh dinamika. Personel menyebut komposisi suguhannya dengan istilah intergalactic music.

Pada suguhan "Idi Ardh Grumma", personel berkolaborasi dengan penari Gatot Gunawan, menambah variasi akan penampilan. Menari dengan mengenakan topeng, Gatot mempraktikkan serangkaian gerak yang tampak mengilustrasikan latar cerita lagu, mengisahkan tentang ungkapan permisi kepada seluruh elemen kehidupan di Bumi.

Salah seorang personel Balaruna, Bob memiliki jongko yang terkena dampak kebakaran. Bob menyampaikan terima kasih atas kepedulian pemrakarsa, berbagai pihak pendukung acara, serta para pemberi sumbangan. "Semoga, aktivitas di Pasar Kosambi dapat segera pulih. Selain di lokasi, kami menggalang donasi secara online, melalui laman kitabisa.com/untukpasarkosambi," ucap Bob.

Ajakan kepada penonton, dan masyarakat umum agar memberi sumbangan bagi para pedagang Pasar Kosambi juga muncul dari vokalis Gumam, Dinar "Kunay" Rizkianti. Dia turut mendoakan, para pedagang beroleh ketabahan dalam menghadapi cobaan. "Mudah-mudahan, setelah penyelenggaraan acara, lebih banyak masyarakat umum yang ikut menyumbang," ucap Kunay.

Gumam dengan personel, Dinar "Kunay" (vokal), Ghilang Passetya (gitar), Wahyu "Wayang" Winata (bas), Sofyan "Sanjay" Triyana (flute), Rifqi "Bombim" Prayoga (drum), Maulana Agung (gitar) membawakan sejumlah lagu dengan aransemen sarat dinamia . Sesekali, Kunay menyampaikan pengantar, menguatkan penyampaian muatan pesan atas suguhan lagu.

Band Parahyena yang kebagian memanggung pertama tampak berhasil membangkitkan antusiasme pada awal acara. Personel band pengusung genre folk, Sendy Syls (vokal, ukulele), Saipul Anwar (bas), Radi Tajul (gitar), Fajar Aditya (kahon), Iman Surya (violin) membawakan sejumlah lagu sembari menunjukkan gaya penampilan energik. Pada kesempatan itu, pemain instumen tiup Parahyena Fariz Alwan berhalangan hadir karena sudah mudik ke Pandeglang, Banten.‎

Maw & Wang menutup acara dengan menebar suasana ceria. Mawang (vokal, gitar) menyanyikan beberapa lagu berlirik nyeleneh dengan membubuhkan gaya penampilan eksentrik, mengundang tawa penonton. Saat berinteraksi pada jeda suguhan lagu, dia pun kerap melontarkan kelakar, kian menambah keceriaan.***

Bagikan: