Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Sedikit awan, 24.7 ° C

Tips Mudik Aman Menggunakan Sepeda Motor

PEMUDIK sepeda motor.*/DOK PR
PEMUDIK sepeda motor.*/DOK PR

MUDIK Lebaran sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia. Setiap tahun, ada jutaan pemudik yang menempuh jalur udara, darat, dan laut.

Apa pun jalur yang ditempuh, mudik biasanya membutuhkan perjalanan jauh dan memakan waktu lama. Oleh karena itu, beberapa hari sebelum keberangkatan, penting untuk memperhatikan asupan makan dan pola tidur. ­Usahakan jangan makan-makanan yang tidak sehat karena akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh, serta istirahatlah yang cukup.

Salah satu moda transportasi favorit yang digunakan pemudik adalah sepeda motor. Meskipun sebenarnya saat ini sudah banyak alternatif transportasi mudik yang tersedia. Bahkan layanan pengirim­an sepeda motor ke kampung halaman baik dari pemerintah maupun swasta pun bisa dimanfaatkan. Meski begitu, sepeda motor tetap menjadi primadona pemudik dengan berbagai pertimbangan, mulai dari biaya murah hingga lebih cepat ­sampai.

Dari tahun ke tahun jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor terus meningkat. Pada 2014, jumlahnya sekitar 2,5 juta orang. Angka tersebut melonjak hingga 4,7 juta di tahun 2016, dan kembali meningkat hingga lebih dari 6 juta pemudik di tahun 2017 dan 2018.

Ironisnya, meskipun paling digemari, sepeda motor ternyata mendominasi angka kecelakan mudik setiap tahunnya. Berdasarkan catatan Kementerian Perhubungan, sebanyak 75 persen kecelakaan saat mudik melibatkan sepeda motor.

Setiap musim mudik tiba, pemerintah bahkan punya kebiasaan mengimbau para pemudik agar tak menggunakan sepeda motor. Alasannya sederhana, kendaraan satu ini rentan terjadi kecelakaan. 

Oleh karena itu, untuk menghindari risiko kecelakaan, para pengendara motor perlu mengetahui sejumlah tips mudik aman sampai kampung halaman seperti yang dilansir dari berbagai sumber.

Pertama, tidak hanya kondisi kendaraan, kondisi pengendara juga harus prima. Beristirahatlah setiap 2 jam dengan interval waktu istirahat 15 sampai 30 menit. Pemudik bisa melakukan peregangan saat beristirahat untuk melemaskan otot. Penting juga untuk tidak lupa mempersiapkan perlengkapan ber­kendara seperti surat-surat, jas hujan, helm, jaket, dan sarung tangan.

Kedua, tentukan waktu yang tepat untuk berangkat mudik. Semakin mendekati lebaran tentu akan semakin macet, kondisi ini dikhawatirkan menguras fisik pe­ngendara. Selain itu, hindari melakukan perjalanan jarak jauh saat malam hari.

Waktu terbaik untuk berangkat adalah subuh. Di waktu tersebut, kondisi tubuh sedang dalam keadaan bugar, dengan catatan sebelumnya sudah cukup tidur.

Ketiga, bawalah barang-barang secukupnya. Pemudik tidak disarankan membawa barang-barang terlalu banyak, apalagi yang memiliki bobot berat dan ukuran yang besar. Barang bawaan juga jangan sampai menutupi pelat nomor dan menghalangi lampu-lampu serta mengganggu pengoperasian kemudi.

Ketimbang membawa barang-barang yang membuat motor kelebihan muatan, ada baiknya terlebih dahulu mengirimkan barang bawaan ke kampung halaman lewat jasa ekspedisi.

Keempat, rencanakan rute. Sebaiknya, rencanakan jalur perjalanan untuk meng­ukur waktu dan jarak tempuh. Rencanakan pula jalur alternatif, karena biasanya volume kendaraan di jalur utama sangat tinggi. Selain menimbulkan kemacetan, kondisi tersebut juga berisiko terjadi kecelakaan.

Saat ini pemilihan rute bisa memanfaatkan aplikasi peta online. Aplikasi seperti Google Maps dan Waze menyajikan informasi situasi terkini kondisi kemacetan. Pilihlah rute yang dirasa aman sesuai dengan kondisi kendaraan sehingga perjalanan tetap nyaman.

Kelima, tidak perlu tegesa-gesa. Nikmati perjalanan dan jangan me­maksakan diri. Istirahatlah jika terasa lelah atau mengantuk. Selain itu, patuhi pula rambu-rambu lalu lintas. Banyak pengendara yang terburu-buru untuk melakukan sesuatu sehingga melanggar rambu.***

Bagikan: