Pikiran Rakyat
USD Jual 14.393,00 Beli 14.093,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Tips Menjaga Kesehatan Selama Mudik

Vebertina Manihuruk
RAILCLINIC, fasilitas layanan kesehatan yang bisa digunakan pemudik yang menumpang kereta api.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR
RAILCLINIC, fasilitas layanan kesehatan yang bisa digunakan pemudik yang menumpang kereta api.*/WINDIYATI RETNO SUMARDIYANI/PR

MUDIK telah menjadi salah satu kegiatan yang bisa memba­wa ­kebahagiaan bagi jiwa karena bisa bertemu dengan sanak keluarga di kampung halaman. ­Namun, mudik pun berdampak bagi fisik dan bukan tidak mungkin muncul keluhan penyakit.

Supaya mudik tetap menyenangkan dan menyehatkan, mari ­persiapkan sebelum menempuh perjalanan panjang ini.

Meski mudik dilakukan berulang-ulang, perjalanan mu­dik dengan berbagai moda transportasi tidak melulu lancar. Keluh­an kesehatan pun bisa muncul akibat kurang mempersiapkan diri. Padahal, faktor-faktor yang berdampak pada kesehatan harus diwaspadai sejak awal karena bukan hanya berdampak pada kelancaran perjalanan, tetapi terlebih lagi untuk keselamatan jiwa.

Menurut Parlindungan, dokter umum di Klinik Jaya Abadi, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, secara umum, ada beberapa keluhan kesehatan yang muncul. Mulai dari kepala dengan keluhan pusing atau sakit kepala, gangguan pencernaan mulai dari rasa mual, nyeri maag, muntah, bahkan sampai diare, serta gangguan saluran kencing.

”Kalau batuk dan pilek jarang ya, kecuali saat sudah sampai ke tempat tujuan. Biasanya, saat cuacanya berbeda dan badan sudah lelah, saat proses adaptasi itulah muncul keluhan batuk dan pilek,” kata dia.

Lalu, apa keluhan yang secara spesifik muncul pada setiap moda transportasi seperti pesawat, kapal, kereta api, mobil, dan motor? Parlindungan menjelaskannya per bagian dan menginformasikan cara mencegahnya.

1. Cegah mual, terutama ibu hamil

Saat mudik menggunakan pesawat terbang, Parlindungan mengatakan, keluhan yang paling sering muncul adalah munculnya ra­sa mual dan mabuk perjalanan. Itu bisa menimbulkan rasa pusing, mual, kemudian muntah. Oleh karena itu, pemudik yang mudah mabuk, harus makan ­sebelum berangkat, dan mempersiapkan obat antimabuk.

Pemudik yang memiliki keluhan gangguan saluran napas dan pi­lek ­juga harus mewaspadai kondisinya. Pada saat terjadi perubah­an tekanan udara di pesawat yang sudah terbang tinggi, pemudik yang sedang flu bisa mengalami sakit pada telinga. 

Ibu hamil pun harus mempersiapkan diri dengan lebih baik. ”Ha­rus konsultasi dulu dengan dokternya, boleh atau tidak me­la­ku­kan perjalanan dengan pesawat. Bayi pun seperti itu. Sebaiknya kondisi anak-anak dan bayi sedang sehat,” ujarnya.

2. Agar otot tidak kaku 

Mudik dengan tujuan berbagai ­kota yang masih di Pulau Jawa biasa­nya menggunakan kereta api. Ada pula yang menggunakan bus untuk mudik antarpulau. Moda transportasi ini sebenarnya lebih nyaman karena perjalanan dilakukan di darat dan tidak mengendarainya sendiri. 

”Keluhan yang mungkin muncul adalah otot kaku atau sakit ba­dan karena harus duduk dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, supaya otot tidak kaku dan sirkulasi darah lancar, sebaiknya se­se­kali berjalan di lorong sebentar. Bisa juga melakukan gerakan se­nam peregangan sambil duduk di kursinya,” kata ­Parlindungan.

Meski penumpang kereta/bus hanya duduk, pastikanlah asupan cairan tetap mencukupi. Jangan terbiasa menahan kencing dalam perjalanan karena akan mengakibatkan gangguan pada saluran kencing. Bila mengkhawatirkan higienitas, ­persiapkan tisu basah dan tisu kering yang cukup banyak.

3. Fokus menyetir 

Banyak pemudik memilih menggunakan mobil untuk mudik. Mo­bil dianggap lebih nyaman karena semua anggota keluarga yang jumlahnya lebih dari dua bisa melakukan perjalanan mudik ber­sama-sama.

Parlindungan mengatakan, supaya pengendara bisa tetap fokus, harus sering istirahat. Setiap sudah melakukan perjalanan selama tiga jam, sebaiknya mobil menepi dan beristirahat supaya pengendara bisa beristirahat dan menghimpun tenaga lagi untuk konsentrasi. Para penumpangnya pun bisa merelaksasi ototnya.

”Sebelum perjalanan dimulai, yang akan menyetir sebaiknya juga cukup istirahat supaya tidak kelelahan dan ngantuk. Selain itu, pastikan makan yang teratur dan jangan asal makan karena akan mudah terkena diare,” ujarnya.

4. Pakai pelindung

Semakin berjalannya tahun, pemudik pun semakin banyak yang menggunakan kendaraan roda dua atau motor. Alasannya, moda transportasi ini lebih praktis dan lebih cepat pergerakannya untuk menembus kemacetan.

”Akan tetapi, harus lebih berhati-hati karena itu kendaraan terbuka. Walaupun memang lebih cepat, ­faktor panas dan dingin lang­sung berdampak ke tubuh. Bila panas terik, tubuh akan cepat lelah dan ­dehidrasi. Bila udara dingin, angin pun memengaruhi pe­nurunan daya tahan tubuh,” ucap Parlindungan.

Ia mengatakan, pengendara dan penumpangnya harus menggunakan pelindung tubuh saat siang ataupun malam. Pelindung tu­buh seperti jaket dan helm yang menutupi seluruh kepala bisa me­lindungi tubuh dari keluhan penyakit dan tentunya juga keamanan saat di jalan raya.

”Yang terpenting adalah menyiapkan kondisi fisik yang prima sebelum berangkat, entah kita akan menggunakan pesawat, kereta api, bus, ­mobil, ataupun motor. Dalam ­perjalanan, pastikan asupan cairan cukup, makan secara teratur dan bersih supaya tidak diare, tidak menahan kencing, serta istirahat yang cukup,” tuturnya.***

 

Bagikan: