Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sebagian berawan, 20.7 ° C

Maag Kambuh Saat Puasa, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Gita Pratiwi
ILUSTRASI.*/CANVA
ILUSTRASI.*/CANVA

SETELAH sepekan berpuasa Ramadan, Anda mungkin akan merasa perut perih, kembung, atau mual. Namun, jangan dulu mendiagnosa diri dengan justifikasi sedang menderita maag. Soalnya terdapat gejala tertentu menderita penyakit maag.
 
Simak penjelasan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Siloam Hospitals Purwakarta, Restu R Pasaribu, di Harian Umum Pikiran Rakyat beberapa waktu lalu.
 
Dia mengulas bahwa penyakit maag atau gastritis merupakan penyakit akibat jaringan lunak lambung. Penyakit ini disebabkan adanya luka atau peradangan di lapisan lambung. Akhirnya menyebabkan rasa mulas atau perih di bagian perut. Gastritis muncul akibat terjadinya faktor infeksi dan noninfeksi pada lambung.
 

Kenali penyebab maag

Faktor infeksi gastritis umumnya disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau protozoa. Kuman Helicobacter pylori adalah penyebab yang paling sering ditemui pada gastritis dengan infeksi, sedang¬kan gastritis dengan faktor noninfeksi justru hadir akibat adanya zat asing yang masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang menyebabkan peradangan lambung.
 
“Siapa pun bisa terinfeksi kuman Helicobacter pylori. Saat kondisi tubuh sedang lemah, kuman ini akan tumbuh dan memberikan efek negatif pada tubuh. Kuman Helicobacter pylori dapat ditular¬kan kepada orang lain melalui makanan atau kontak langsung ¬dengan penderita,” katanya.
 
Penderita gastritis yang disebabkan bakteri ini biasanya mengalami sakit dalam periode yang berkepanjangan atau gastritis kronis.
 

Periksa maag ke dokter

Kita tidak dapat menyimpulkan penyakit dan stadium penyakit yang diderita. Untuk mengetahui maag atau tidak, dokter biasanya melakukan pemeriksaan penunjang yang paling baik untuk mendeteksi kelainan tersebut adalah endoskopi atau gastroskopi.
 
“Tindakan endoskopi dianggap lebih efektif dibandingkan de¬ngan peme¬riksaan USG yang juga dapat mendeteksi keadaan perut bagian dalam penderita. Pemeriksaan USG tidak dapat memvisualisasikan keadaan lambung secara nyata dibandingkan endoskopi,” kata Restu.
 
Meski begitu, endoskopi akan dilakukan hanya jika lambung penderita tidak memberikan respons terhadap pengobatan umum yang telah diberikan.
 

Cara mencegah maag

Namun, sebelum mengalaminya Anda dapat melakukan beberapa pencegahan. Seperti di antaranya, berolah raga secara teratur, kendalikan stres.
 
Saat sahur dan berbuka puasa, konsumsi makanan sehat  dan bergizi, konsumsi air putih dan makanan berserat, hindari makanan pedas, asam, goreng-gorengan, berlemak, atau yang mengandung gas. Penderita maag juga jangan merokok, hindari meminum kopi, dan teh yang terlalu pekat.***

Bagikan: