Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sedikit awan, 19.5 ° C

Hindari Dehidrasi, Minum Air Putih Delapan Gelas Sehari

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI khasiat minum air putih.*/CANVA
ILUSTRASI khasiat minum air putih.*/CANVA

LONDON, (PR).- Gagasan bahwa kita harus terus menerus menghidrasi tubuh membuat banyak orang tidak lupa membawa bekal air minum kemanapun mereka pergi, dan minum lebih banyak air dari yang tubuh mereka butuhkan.

"Jumlah keringat paling banyak yang dihasilkan seseorang di tengah cuaca paling panas di suatu gurun adalah dua liter per jam, tapi itu sangat sulit," ujar Hugh Montgomery, direktur penelitian di Institut Olahraga, Latihan dan Kesehatan di London.

"Gagasan untuk membawa air minum sebanyak 500 ml saat menumpang kereta sejauh 20 menit perjalanan di atas London Underground - Anda tidak akan pernah merasa cukup kepanasan untuk berkeringat hingga tahap itu, sekalipun Anda bermandikan keringat (di sana)," ucap Montgomery yang dilansir BBC.

Bagi mereka yang merasa lebih nyaman untuk mengikuti anjuran tidak resmi di luaran sana ketimbang mengikuti rasa haus yang mereka rasakan, Badan Kesehatan Nasional Inggris menyarankan agar mereka minum air enam hingga delapan gelas per hari, termasuk susu rendah lemak dan minuman bebas-gula, seperti teh dan kopi.

Perlu dicatat bahwa mekanisme rasa haus tubuh kita akan mulai kehilangan sensitivitasnya ketika kita berusia di atas 60 tahun.

"Semakin tua, mekanisme alamiah rasa haus akan menjadi kurang sensitif dan kita menjadi semakin rentan terhadap dehidrasi dibandingkan mereka yang lebih muda. Semakin tua, kita mungkin harus lebih memerhatikan perilaku kita dalam mengasup cairan agar tetap terhidrasi," kata Brenda Davy, profesor nutrisi manusia, makanan dan olahraga di Institut Politeknik dan Universitas Negeri Virginia.

Sebagian besar pakar sepakat bahwa kebutuhan cairan tubuh masing-masing orang berbeda tergantung usia, ukuran tubuh, lingkungan, dan tingkat aktivitas fisik mereka.

"Salah satu hal yang keliru dalam 'aturan 8x8' adalah penyederhanaannya yang berlebihan tentang cara kita - sebagai organisme - merespons lingkungan tempat kita berada," ujar Irwin Rosenburg, ilmuwan senior di Laboratorium Ilmu Syaraf dan Penuaan di Universitas Tufts, Massachusetts AS..

"Kita seharusnya memikirkan kebutuhan cairan tubuh seperti kebutuhan energi, di mana kita juga mempertimbangkan temperatur udara di tempat kita berada dan tingkat aktivitas fisik yang dilakukan," tambahnya.

Sebagian besar pakar cenderung setuju bahwa kita tidak perlu khawatir tentang minum air dalam jumlah seenaknya: tubuh memberi sinyal kepada kita ketika kita haus, sama seperti cara tubuh memberitahu kita jika lapar atau lelah.

Satu-satunya manfaat kesehatan dari minum lebih dari yang Anda dibutuhkan, tampaknya, adalah kalori ekstra yang Anda bakar dengan berlari ke toilet lebih sering.***
 

Bagikan: