Pikiran Rakyat
USD Jual 14.068,00 Beli 13.768,00 | Langit umumnya cerah, 20.1 ° C

Persiapkan Pernikahan Lewat Smartphone

Catur Ratna Wulandari
LEWAT Canika, calon pengantin tak perlu repot mendatangi vendor pernikahan satu per satu. Mereka bisa merancang pernikahannya dari genggaman tangannya.*/ ISTIMEWA
LEWAT Canika, calon pengantin tak perlu repot mendatangi vendor pernikahan satu per satu. Mereka bisa merancang pernikahannya dari genggaman tangannya.*/ ISTIMEWA

PERSIAPAN pernikahan sering membuat calon pengantin pusing tujuh keliling. Tak jarang calon pengantin dilanda kegalauan dari soal menentukan konsep pesta sampai menemukan vendor yang tepat untuk mewujudkan pernikahan impian.

Calon pengantin biasanya harus dari jauh-jauh hari meluangkan waktu untuk mencari tahu dan membanding-bandingkan sebelum akhirnya memilih vendor pernikahan yang sesuai. Kini calon pengantin bisa memilih vendor tanpa perlu datang langsung. Semua bisa dilakukan lewat aplikasi Canika.

Canika dibuat oleh Aninda Annisa, Rajna Habibah, dan Karina Alifa. Ketiganya merupakan mahasiswa Manajemen, School of Business and Management ITB angkatan 2017. Lewat Canika, calon pengantin tak perlu repot mendatangi vendor pernikahan satu per satu. Mereka bisa merancang pernikahannya dari genggaman tangannya.

"Canika ini marketplace untuk vendor pernikahan. Customer tinggal mencarinya di sini," kata CEO Canika, Aninda Annisa saat dihubungi Pikiran Rakyat, Jumat 3 Mei 2019.

Canika berasal dari kata dalam Bahasa Sunda, can nikah yang artinya belum menikah. Mereka tak ingin aplikasi buatannya menggunakan istilah asing agar tak salah sebut. "Kami kan semuanya dari Sunda, dua dari Bandung, kalau saya dari Tasikmalaya. Waktu menggabung-gabungkan kata, akhirnya ketemu Canika," katanya.

Proyek ini dimulai tahun lalu untuk memenuhi tugas mata kuliah Leadership and Management Practice (LMP). Lalu dilanjutkan ke mata kuliah Integrated Business Experience (IBE). Dalam mata kuliah ini pula, Canika melebarkan sayapnya dengan merekrut tujuh orang untuk bertugas di bagian finansial, pemasaran, dan operasional.

Proyek ini ternyata mendapat penilaian yang baik sehingga mendapat penghargaan di SBM ITB. Penghargaan itu berhasil memberi dua kali suntikan dana untuk mengembangkan Canika. 

Pada Februari 2019 lalu, mereka berhasil tergabung dalam Young Entrepreneur Summit UI Studentpreneur 2019. Terakhir, mereka mendapatkan pendanaan dan pembimbingan dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi dalam program Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi dari Perguruan Tinggi (CPPBT-PT) senilai Rp 200 juta.

Canika menyediakan sembilan kategori kebutuhan pernikahan, mulai lokasi pernikahan, gaun pengantin, mobil pengantin, makeup artist, katering, dekorasi, undangan, fotografer dan videografer, dan floris. Saat ini sudah ada sekitar 100 vendor pernikahan di Bandung yang sudah masuk di aplikasi Canika. Vendor bisa bergabung di aplikasi ini secara gratis. Pengguna aplikasi ini juga bisa mengunduhnya secara gratis di Google Play.

Aplikasi ini mendapat revenue dari vendor premium. Vendor premium ini akan muncul di daftar teratas hasil pencarian. Pendapatannya juga didapat dari transaksi yang terjadi lewat aplikasi ini. "Dari segi traffic lumayan, (frekuensinya) jarang tapi transaksinya besar," ucap Aninda.

Canika menyediakan fitur percakapan. "Awalnya fitur ini supaya pengguna bisa negosiasi harga dengan vendor. Tapi untuk keperluan pernikahan, orang pasti butuh tanya-tanya. Maka dibuatlah fitur ini," kata Aninda. Jika sudah cocok, pengguna bisa bertransaksi dengan berbagai metode pembayaran yang disediakan.

Untuk sementara ini, Canika baru bisa diunduh oleh pengguna Android. Namun selanjutnya, Canika sedang dipersiapkan agar juga bisa diunduh oleh pengguna iPhone. Berbekal bantuan dana dari Kemenristekdikti, Canika disiapkan untuk bisa diluncurkan pula di Apple Store.

Calon pengantin mesti bersabar untuk menggunakan aplikasi ini. Sebab saat ini, aplikasi ini sedang disempurnakan dari purwarupa yang ada saat ini. Rencananya, akhir Desember aplikasi ini akan diluncurkan secara resmi. "Grand launching ini nanti bentuknya wedding expo. Semua vendor bakal pameran di sana," katanya.***

 

Bagikan: