Pikiran Rakyat
USD Jual 14.044,00 Beli 14.142,00 | Cerah berawan, 21.7 ° C

Pemkab Garut Larang Penayangan Film Kucumbu Tubuh Indahku

Tim Pikiran Rakyat
ILUSTRASI film penyimpangan seks.*/REUTERS
ILUSTRASI film penyimpangan seks.*/REUTERS

GARUT, (PR).- Dinilai bertentangan dengan norma agama, Pemkab Garut mengeluarkan larangan bagi pengelola bioskop untuk menayangkan film berjudul "Kucumbu Tubuh Indahku". Adegan-adegan dalam film yang disutradarai Garin Nugroho itu dinilai telah menimbulkan dampak keresahan di masyarakat.

Larangan penayangan film "Kucumbu Tubuh Indahku" di bioskop-bioskop di wilayah Kabupaten Garut diungkapkan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Diakuinya dirinya bahkan sudah meminta agar Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat untuk melarang penayangan film itu, baik di bioskop maupun tempat lain di Garut. 

"Kita sudah sampaikan kepada Kadiskominfo terkait larangan penayangan film "Kucumbu Tubuh Indahku". Larangan ini kami keluarkan tentu berdasarkan sejumlah alasan," ujar Rudy, Senin 29 April 2019.

Alasan pelarangan, tuturnya, di antaranya banyaknya adegan dalam film yang banyak dipersoalkan bahkan menimbulkan keresahan masyarakat. Hal ini dikarenakan banyak adegan vulgar yang dianggap bertentangan dengan norma agama sehingga banyak menimbulkan reaksi penolakan.

Menurut Rudy, film ini kental dengan unsur lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) dan hubungan seksualitas antara sesama jenis. Selain bertentangan dengan norma agama, film itupun dinilainya bertentangan dengan budaya ketimuran yang lebih mengedepankan etika da kesusilaan.

Dikatakannya, cerita dalam film yang juga banyak menampilkan adegan-adegan penyimpangan seksual juga sangat tak mendidik masyarakat. Apalagi saat ini Pemkab Garut tengah menangani masalah penyimpangan seksual yang menimpa belasan anak di kawasan Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota.
  
"Cerita dan adegan yang terdapat dalam film tersebut dapat mempengaruhi cara pandang masyarakat terutama generasi muda untuk mengikuti bahkan membenarkan perilaku penyimpangan seksual tersebut. Inilah yang sangat kami khawatirkan sehingga kami dengan tegas menyatakan larangan pemutaran film tersebut baik di bisokop maupun tempat lainnya di Kabupaten Garut," katanya kepada wartawan Kabar Priangan, Aep Hendy.
 
Dalam kesempatan tersebut Rudy juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Garut untuk tidak menonton film tersebut. Iapun mengajak masyarakat Garut untuk memerangi segala hal yang bisa merusak mental masyarakat terutama kalangan remaja dan anak-anak terkait pandangan penyimpangan seksual yang dianggap biasa.  

"Untuk apa juga menonoton film seperti itu. Sama sekali tidak ada nilai baiknya bagi masyarakat, apalagi bagi generasi milenial dan anak-anak," ucap Rudy.***

Bagikan: