Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 26.3 ° C

Upaya Cinta Lingkungan, Botol Plastik Bekas Dijadikan Campuran Pembuatan Sol Sepatu

Eva Fahas
*/TREEHUGGER
*/TREEHUGGER

SAMPAH plastik menjadi perhatian banyak kalangan karena jumlahnya yang terus menumpuk di planet bumi. Jika tak segera dicarikan solusi menguraikannya, kehidupan umat manusia akan terancam.

Botol minuman adalah salah satu jenis sampah plastik yang banyak ditemukan. Agar jumlahnya tak terus bertambah, bisa dilakukan dengan cara didaur ulang.

Misalnya, dibuat sebagai campuran bahan pembuat sol sepatu. Melalui teknologi ReBOTL, merek sepatu Timberland menggunakan botol plastik sebagai 65-70 persen campuran pembuatan sol sepatu.

"Selain botol plastik, ada campuran lain, salah satunya bahan karet yang juga hasil daur ulang untuk bahan outsole. Di seluruh dunia, kami sudah manfaatkan lebih dari 310 juta botol air plastik untuk didaur ulang," ujar Anita Hartanus, Brand Manager Timberland Indonesia dalam siaran persnya pada Kamis, 25 April 2019.

Menurutnya, sudah sejak tahun 2001 perusahaannya menggunakan campuran materi daur ulang. Namun masih bertahap. "Kami melakukannya secara bertahap. Kini sudah nyaris 80 persen sol sepatu Timberland berbahan daur ulang," katanya.

Meski berbahan daur ulang, Anita menegaskan kualitasnya tidak menurun. 

“Tidak mengurangi kualitas, karena sudah melalui proses tahap uji coba,” katanya.
 

Mulai Bulan Mei 2019, toko-toko Timberland akan memberlakukan potongan harga 20 persen untuk semua produk bagi konsumen yang membawa botol plastik. 

“Bulan Mei kita akan ada program di toko di semua toko Timberland di Indonesia yang tersebar di Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya dan Bali, Botol plastiknya akan kita donasikan ke pabrik yang memang mengolah plastik-plastik itu untuk keperluan yang lain,” katanya.

Timberland menargetkan 100 persen produknya akan menggunakan bahan daur ulang pada 2020 mendatang. Hingga saat ini, Timberland mengklaim 80 persen produknya sudah menggunakan material produksinya dari bahan daur ulang.***

Bagikan: