Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 29.7 ° C

Tren Seserahan Rustic Gold

Gita Pratiwi
Seserahan Rustic Gold.*/DOK  Arrayu Seserahan
Seserahan Rustic Gold.*/DOK Arrayu Seserahan

DALAM pernikahan adat Sunda, seserahan menjadi salah satu rangkaian yang tidak bisa dilewatkan. Sesuai adat, seserahan merupakan hadiah di samping mahar dari mempelai pria untuk sang wanita.

Bertahannya seserahan sebagai rangkaian pernikahan masyarakat Sunda, membuat perajin mempercantik baki seserahan yang mengikuti tren resepsi modern. 
Menurut Yupitriani, pemilik Arrayu Seserahan, meskipun diselenggarakan secara modern, mayoritas pernikahan Sunda masih mengandalkan seserahan. "Tema classic glamour dan rustic gold paling diminati," kata Yupi, saat ditemui di galerinya, di Kompleks Panyileukan Kota Bandung, Rabu, 25 April 2019.

Tema klasik meliputi penggunaan baki dengan warna silver dan emas, sementara rustic gold, sesuai namanya menunjukkan suasana alam yang permai. Makanya, dalam pengerjaan rustic gold, Yupi menggunakan material yang memang dari alam dan artifisial.

"Bakinya dari wood slice. Ada irisan kayu nangka atau pinus. Benar-benar dari pohon. Itulah kenapa setiap tray tidak ada yang sama diameternya," ujarnya.

Kecantikan tatanan, menurut Yupi, ada pada teknik merangkai bunga di atasnya. Bisanya, ia menyertakan sarang burung buatan dari rotan, jerami, atau akar wangi. Kemudian disusun di sampingnya, rumput, ranting, atau bunga-bungaan kering.

Namun, hanya kotak mahar, yang terdiri dari cincin, uang, atau perhiasan yang biasanya menggunakan irisan kayu asli sebagai baki. Untuk berbagai barang seserahan lainnya, digunakan material baki kayu dengan penutup transparan.

Pada baki kayu dengan penutup transparan, bunga artifisial yang dipakai lebih berwarna. Nuansanya bisa tergantung pesanan, atau menitikberatkan pada komposisi warna. "Barang-barang ditata dulu dengan rapi. Kemudian misalnya piyama warna pink dihias dengan bunga-bunga yang senada seperti pink dan ungu," katanya.

Yupi menuturkan, isi seserahan sepenuhnya tergantung keinginan kedua mempelai. Ia menerima barang-barang untuk dihias dan ditata.

Namun biasanya, isi seserahan meliputi serangkaian kebutuhan sandang istri dari ujung kepala hingga kaki. "Seperti kerudung, baju kerja, pakaian sehari-hari, pakaian tidur, pakaian dalam, alat kosmetik, alat mandi, handuk, sandal dan sepatu," katanya.

Tak ketinggalan perlengkapan ibadah seperti mukena, sajadah, tasbih dan Alquran. Hal yang di luar pesanan umum, biasanya ada konsumen yang memesan angsul-angsulan, atau pemberian pihak perempuan ke lelaki.

Jika jumlah seserahan umumnya terdiri dari 10 baki ditambah perhiasan, untuk laki-laki hanya 2-3 baki. "Jarang sekali sih, tapi ada yang memberi jam, buku, dasi, untuk laki-laki," kata Yupi seraya menyebutkan, sesekali ia mengerjakan hantaran kue kering dalam seserahan.

Isi seserahan yang sebagiannya bermaterial kain, biasanya dikreasikan menjadi boneka. Misalnya Yupi hari itu menata handuk menjadi layaknya boneka angsa. 
Bentuk lain yang paling banyak dibuat ialah, beruang, kipas, hingga bunga.
Setiap boks hantaran dikenakan biaya jasa Rp 80.000. Boks bisa ditumpuk hingga dua tumpukan, dan diantar memakai alas tahan guncangan. ***

Bagikan: