Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 24 ° C

Review Avengers: Endgame, Kesaksian 1 dari 14 Juta Kemungkinan [Spoiler-Free]

Yusuf Wijanarko
AVENGERS; Endgame/MARVEL STUDIOS
AVENGERS; Endgame/MARVEL STUDIOS

ADA dua hal utama yang harus diperhatikan sebelum menonton Avengers: Endgame. Pertama, film ini berdurasi 3 jam. Maka, persiapkan diri agar tidak perlu ke toilet di tengah pemutaran film.

Kedua, alasan kenapa Avengers: Endgame diberi Rating PR-13 barangkali agar tidak ada penonton yang membawa anak kecil. Memaksa anak kecil diam di dalam ruang gelap selama 3 jam adalah penyiksaan, selain juga mengganggu penonton lain.

Kedalaman cerita

Meski 3 jam, Avengers: Endgame bisa menjaga kedalaman cerita yang mengingatkan kita kepada apa yang dilakukan Fran Walsh, Philippa Boyens, dan Peter Jackson dalam trilogi The Lord of the Rings.

Jika membagi plot film ke dalam 3 babak (setup-confrontation-resolution), sejumlah elemen kejutan makro disematkan di setiap babaknya. Hal itu menyadarkan penonton bahwa trailer dan materi promo yang selama ini beredar dirancang dengan jenius.

Akan tetapi, ada juga beberapa elemen kejutan yang terlalu mudah ditebak saat memasuki babak kedua. Tetap, unsur klise wiracarita tak bisa dinafikan karena begitulah film suprehero.

AVENGERS; Endgame/MARVEL STUDIOS

Avengers: Endgame juga tidak melulu soal baku hantam dalam pertarungan epik sekelompok superhero yang selamat dari “jentikan jari” melawan Thanos.

Banyak bagian film ini yang menawarkan ruang kontemplasi tentang apa yang sudah Marvel Studios hadirkan sejak 2008. Di situlah kedalaman cerita dan emosi penonton terjaga.

AVENGERS; Endgame/MARVEL STUDIOS

Unsur laga dalam Avengers: Endgame seolah memang bukan menu utama, tetapi ditampilkan begitu dramatis.

Fakta itu justru kemudian melahirkan pendapat bahwa seharusnya ada Avengers: Endgame versi rating NC-17 atau bahkan mungkin R agar pertempurannya tampak lebih realistis dan berdarah-darah.

Probabilitas 1 berbanding 14 juta

Dalam lini masa Marvel Cinematic Universe, Avengers: Endgame menyambung langsung latar waktu setelah peristiwa dalam Avengers: Infinity War.

Setengah kehidupan di alam semesta lenyap karena jentikan jari Thanos, The Mad Titan yang mengagungkan keseimbangan. Banyak superhero lenyap. Mereka yang selamat kemudian melanjutkan hidup di tengah kegalauan.

AVENGERS; Endgame/MARVEL STUDIOS

Akan tetapi, ada secercah harapan untuk bisa mengalahkan Thanos setelah kemunculan kembali Scott Lang/Ant-Man (trailer Avengers: Endgame) dan Carol Denvers/Captain Marvel (post-credit scene Captain Marvel).

Maka, para superhero yang tidak menjadi abu itu kemudian merancang strategi untuk melawan Thanos. Meski, peluang keberhasilannya 1 berbanding 14 juta seperti kata Doctor Strange sebelum dia menjadi abu.

Tanpa bermaksud mengesampingan peran superhero lain, wasiat Doctor Strange sebelum dia lenyap merupakan nilai intrinsik paling penting yang menjaga koherensi atau hubungan yang logis antarfilm di Marvel Cinematic Universe. Artinya, Marvel Cinematic Universe fase 4 bisa jadi adalah dunia baru yang sangat berbeda.

Dunia tanpa manusia

Salah satu detail yang kurang teperhatikan dalam Avengers: Endgame adalah seperti apa alam semesta, atau setidaknya bumi, setelah jentikan jari Thanos.

Apakah lenyapnya sebagian makhluk hidup berampak bagus atau buruk untuk manusia maupun planet yang ditinggalinya?

Pemandangan post-apocalytpic Avengers: Endgame hanya ditampilkan dalam skala kecil. Narasi memilih fokus pada pergulatan batin mereka yang selamat.

Alan Weisman mengemukakan perumpamaan yang menarik dalam bukunya, The World Without Us (2007). Apa yang akan terjadi pada alam dan lingkungan kalau manusia tiba-tiba menghilang entah karena suatu wabah penyakit, meteor jatuh, atau lenyap begitu saja tanpa sebab? Begitu kira-kira pemikirannya.

BUKU The World Without Us/DOK. PR

Apa yang akan terjadi dengan reaktor-reaktor nuklir kita, sumur-sumur minyak, lahan pertanian, kebun binatang, pembangkit listrik, gedung dan jembatan berstruktur rumit? Dalam bukunya, Alan Weisman menjelaskan semua itu berdasarkan wawancara ilmiahnya dengan para pakar berbagai bidang ilmu pengetahuan. Digambarkan, kondisi di bumi secara perlahan bergerak mundur ke era pramanusia.

Bumi tak banyak berubah dalam Avengers: Endgame. Barangkali karena hanya setengah populasi manusia yang lenyap. Namun tetap saja, banyak persoalan yang akhirnya tak terurus karena orang-orang yang biasa menanganinya lenyap.

Tingkat kekacauan di bumi hanya hadir melalui dialog-dialog singkat dan scene pendek. Padahal, akan lebih berkesan jika isu tentang lingkungan (yang saat ini kian hari kian seksi) ikut disematkan dalam Avengers: Endgame.***

Bagikan: