Pikiran Rakyat
USD Jual 14.425,00 Beli 14.125,00 | Umumnya berawan, 17.3 ° C

Joshua Alfasan Berlari 100 Kilometer untuk Suarakan Pesta Demokrasi Indonesia

Eva Fahas
JOSHUA Alfasan.*/DOK. UNPAR RUNNERS
JOSHUA Alfasan.*/DOK. UNPAR RUNNERS

KECINTAAN Joshua Alfasan pada Indonesia mendorongnya merealisasikan ide unik yaitu berlari sejauh 100 Km Single Runner + Team Relay sehari sebelum hari pemungutan suara. Bersama komunitas larinya, Unpar Runners Chapter Bandung, Josh, panggilan akrabnya, berlari mulai pukul 04.00 Selasa, 16 April 2019, dan berakhir pukul 02.40 Rabu, 17 April 2019.

Sejak beberapa bulan lalu, ia sudah getol mengampanyekan "Aku bukan pilihan, aku hanya pelari". Tujuannya, ingin mempromosikan pemilu 2019 sebagai pemilu damai, namun dengan cara yang unik.

Ia kerap membagikan foto-foto beserta kalimat-kalimat yang nyentrik di akun Facebook-nya. Bahkan, ia juga menerima foto kiriman dari teman sesama pelari dengan misi serupa.

Josh adalah salah satu alumni Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Bandung tahun 1995. Ia mengaku kembali aktif berlari sekitar tahun 2017 hingga sekarang.

"Suatu pagi saya terbangun dan ingin membuat sebuah gerakan kecil yang berkaitan dengan pemilu kali ini. Karena saya pelari, saya ingin melakukannya dengan berlari. Kemudian tercetuslah ide Run 100K to Vote for Indonesia," ujarnya seusai menuntaskan misi berlarinya, Rabu, 17 April 2019.
 

Dengan gerakan ini, Josh berharap pesta demokrasi Indonesia bisa dinikmati seluruh rakyat. Dan kepada para pelari, khususnya, agar senantiasa menggunakan hak pilihnya, tidak golput.

Sejak mulai aktif lagi berlari akhir 2017, Josh terus membangun staminanya. ia pernah berlari dengan jarak maraton (42,2km), serta jarak ultra (diatas 50 km). Secara fisik, Josh sudah memadai untuk melaksanakan lari 100 km. Karena itu, waktu persiapan untuk event ini hanya dilakukan intensif satu minggu .

"Hanya ada pendampingan dari pakar nutrisi. Saya mendapat coaching khusus dari Coach Nutrition Zeal Alson, yang sejak satu pekan lalu mengatur menu sebelum berlari. Pola yang dianut adalah keseimbangan antara kebutuhan tubuh dan estimasi kalori yang akan dibakar, dan dipastikan tercukupi sejak seminggu sebelumnya," ujar Josh.

Suami dari Veronicalie ini start berlari Selasa dini hari dari Kampus Unpar Jalan Merdeka, Kota Bandung. Rute yang dipilihnya seputaran kota secara berputar (loop) dengan ditemani secara relay oleh teman-teman dari komunitas Unpar Runners dan kembali finis di tempat yang sama.
 

Baginya, ini adalah kali pertamanya berlari sejauh 100 km (Virgin 100K). Sebelumnya, ia pernah berlari relay masing-masing 50 km di Makassar.

Ketua Unpar Runners Chapter Bandung Yenni Djajalaksana menyebutkan kondisi Josh dari awal sampai akhir dinilai baik. Ini karena tim support sudah menyiapkan semuanya dengan luar biasa, baik dari nutrisi, hidrasi, sports massage yang stand by, dan penyemangat-penyemangat (cheering zone).

"Di 40 km pertama Josh bahkan berlari dengan kecepatan yang baik, hanya kemudian terhadang hujan sore yang cukup mengganggu sehingga memperlambat penyelesaian km-km berikutnya sampai ke sekitar 60 km," kata Yenni.

Setelah hujan reda maka 40 km berikutnya di mana kondisi tubuh juga sudah mulai lelah, Josh berkombinasi lari dan berjalan secara bergantian. Di kilometer terakhirnya Josh yang bertekad menyelesaikan 100 km ini berlari dan menembus garis finis.

"Josh selesai 100.1 km dengan waktu bersih penyelesaian selama 15 jam 02 menit 15 detik. Ini suatu upaya yang luar biasa. Tidak ada cedera selama perjalanan maupun penyelesaian, hanya saja kelelahan yang luar biasa di bagian kaki Josh sehingga di akhir-akhir berjuang mempercepat langkahnya," ujar Yenni.
 

Dukungan pelari relay dari Unpar Runners juga berlimpah. Total hampir 30 orang anggota komunitas yang menemani Josh berlari. Yenni mengatakan, setiap pelari bisa berlari 5-10 km. Meski ada juga yang menemani dengan mengendarai sepeda motor dan sepeda.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP Unpar Aknolt Kristian Pakpahan menyambut baik ide Josh dengan gerakan berlari 100 km ini. Menurutnya, apa yang dilakukan Josh diharapkan bisa menggugah dan mendorong masyarakat, khususnya pelari, untuk memanfaatkan pesta demokrasi yang akan menentukan langkah bangsa ke depannya.

"Dukungan kampus pada kegiatan ini cukup besar. Bahkan Pak Rektor datang sendiri melepas dan menyambut Josh ketika berlari. Bagi Unpar juga gerakan ini semoga bisa membawa kesan positif di masyarakat mengenai gaya hidup sehat," ujar Kristian yang juga tergabung dalam komunitas Unpar Runners ini.***

Bagikan: