Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Tashoora Rilis Single Hitam

Windy Eka Pramudya
Tashoora.*/DOK. Juni Records
Tashoora.*/DOK. Juni Records

SETELAH merilis mini album Ruang, band Tashoora kembali dengan karya anyar. Kali ini band asal Yogyakarta itu menawarkan single berjudul Hitam.

Lagu ini bernapaskan isu sosial seperti materi yang termuat di mini album Ruang.

Single Hitam resmi dirilis secara digital pada Jumat, 12 April 2019. Band yang diawaki Danang (vokal/gitar), Gusti (bas/vokal), Dita(akordeon/keyboard/vokal), Sasi (gitar/vokal), dan Mahesa (drum) ini kembali bekerja sama dengan label rekaman Degup Detak Records (Yogyakarta), Nadarama Recording, dan Juni Records.

"Di mini album Ruang  kami sudah mencoba membuat rekaman dalam format live. Kali ini kami mencoba untuk produksi lagu dan rekaman di studio," tutur Dita lewat pos-el, Sabtu, 13 April 2018.

Di antara banyak isu sosial yang jarang dibicarakan, lewat Hitam, Tashoora mencoba mengangkat tentang kebijakan hukuman yang terbilang primitif, yaitu hukuman mati, yang masih berlaku di Indonesia.

Menurut Dita, Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang masih memberlakukan hukuman mati. Kasus terbanyak yang mendapat hukuman tersebut adalah narkoba, terorisme dan pembunuhan berencana.

"Banyak yang percaya bahwa kebijakan tersebut dapat memberi efek jera. Selain itu, konon bisa mengurangi angka kejahatan yang terjadi," ungkap Dita. 

Tidak hanya sekadar bercerita soal kebijakan primitif ini, melalui Hitam, Tashoora juga menggambarkan proses yang harus dijalani dalam kebijakan tersebut. Seperti tata cara pelaksanaan menurut undang-undang,  jumlah personel regunya, dan aba-aba yang tidak dilakukan secara verbal.

Selain lewat lirik lagu Hitam, Tashoora juga berbicara melalui cover artwork yang menyertai rilisan lagu ini. Bekerja sama dengan fotografer Antonius Dian dan mengambil lokasi di Yogyakarta, para personil Tashoora dipotret dalam pose berbalut kain merah. Mereka mengenakan penutup mata merah dan setangkai mawar di mulut.

Tidak hanya di cover artwork, videoklipnya pun mendapat sentuhan seni yang memuaskan. Sutradara muda Wregas Bhanuteja diajak bekerja sama untuk memberikan interpretasinya atas lagu Hitam dan isu yang diangkat di lagu tersebut.

"Videoklip lagu Hitam menggambarkan pergulatan batin seseorang yang akan menjalani ekskusi," kata Wregas yang telah melahirkan film pendek Prenjak. 

Bersamaan dengan dirilisnya single Hitam,  Tashoora mendapat kesempatan untuk ditunjuk sebagai artis Early Noise 2019 oleh platform musik digital, Spotify. Predikat ini merupakan inisiatif campaign dari Spotify yang berkomitmen memperkenalkan potensi terbaru dan menghubungkan musik mereka dengan pendengar di seluruh dunia.***

Bagikan: