Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 21.7 ° C

Rahasia di Balik Star Wars: The Rise of Skywalker

Okky Ardiansyah
ILUSTRASI.*/comingsoon.net
ILUSTRASI.*/comingsoon.net

FILM  Star Wars: The Rise of Skywalker menjadi salah satu film yang paling dinantikan pada 2019 setelah Avengers: Endgame. Pernyataan Presiden Lucasfilm, Kathleen Kennedy, soal kehadiran Leia (Carrie Fisher) melambungkan rasa ingin tahu penggemar.

Star Wars: The Rise of Skywalker pun diyakini memiliki cita rasa khas pasca pergantian sutradara dari Colin Trevorrow ke J.J Abrams. Sebelum menyaksikan episode IX Star Wars itu, sebaiknya  Anda mengetahui beberapa fakta berikut ini.

1. Kembalinya Billy Dee Williams sebagai Lando

Billy Dee Williams telah jauh-jauh hari menyatakan bahwa ia ingin berperan sebagai Lando Carlrissian. Namun, Rian Johnson menilai Williams tak cocok berperan Lando dalam film Star Wars: The Last Jedi (2017).

Keinginan Williams akhirnya terwujud. Hal itu diketahui saat William mengunggah video di sosial media soal program latihan yang mesti ia santap untuk Star Wars: The Rise of Skywalker pada Mei 2018. Selang tiga bulan dari postingan tersebut, Williams dipastikan kembali menjadi Lando Calrissian.

2. Keamanan sekaliber CIA

Proses pembuatan Star Wars: The Rise of Skywalker mendapat penjagaan ketat. Mark Hamill sampai-sampai menyamakan keamanan proses pembuatan film dengan markas CIA (Central Intelligence Agency). Tentu saja agar informasi soall film tersebut tak ada yang bocor.

3. Konfirmasi Lucasfilm soal kemunculan Leia

Presiden Lucasfilm, Kathleen Kennedy mengatakan,  keluarga Carrie Fisher  menginzinkan Disney dan Lucasfilm untuk menampilkan rekaman Carrie Fisher dalam episode Star Wars pasca Carrie Fisher meninggal dunia. 

Akan tetapi, dalam episode VIII, rekaman yang disebut Kennedy tak muncul. Pihak Lucasfilm lantas mengonfirmasi bahwa rekaman yang dimaksud Kennedy akan tayang pada Star Wars: The Rise of Skywalker.

4. Menghidupkan kembali Leia lewat rekaman Carrie Fisher

Untuk kembali menghidupkan Leia dalam Star Wars: The Rise of Skywalker, tim produksi mesti memutar otak. Rekaman Carrie Fisher dalam episode The Force Awakens akan dimasukkan dalam film. Artinya, tim produksi  wajib bikin alur cerita yang bisa diintegrasikan dengan rekaman Carrie Fisher.

Kehadiran Carrie Fisher menguat manakala Presiden Lucasfilm Kathleen Kennedy menyatakan, Leia akan menjadi karakter pendukung terpenting dalam film Star Wars: The Rise of Skywalker.

Demi merealisasikannya, rekaman Carrie Fisher yang sudah ada akan melalui proses rotoscoping atau menghapus latar belakang digital dan menempatkan Carrie Fisher di tempat lain.

5. Konsistensi penayangan Star Wars

Peralihan sutradara dari Colin Trevorrow ke J.J. Abrams membuat perilisan Star Wars: The Rise of Skywalker ditunda. Rencana awal pada 24 Mei 2019 menjadi Desember 2019. Selain itu, penundaan dilakukan untuk menunjukkan konsistensi. Pasalnya, episode VII dan VIII dirilis sama-sama pada bulan Desember.

6. Predikat J.J Abrams sebagai sutradara

Pergantian sutradara dari tak cuma mengundur perilisan, tetapi juga menjadikan J.J Abrams sebagai sutradara kedua terbanyak yang menyutradarai film Star Wars. Predikat terbanyak masih dipegang oleh George Lucas, sang pencipta seri.

7. Film Star Wars kedua yang mengganti sutradara

Star Wars: The Rise of Skywalker menjadi film Star Wars kedua di bawah Disney dan Lucasfilm yang mesti mengganti sutradara. Pergantian sutradara terjadi pula dalam Solo: A Star Wars Story (2018) manakala posisi Phil Lord dan Christopher Miller diganti Ron Howard.

8. Ketertarikan Mark Hamill soal cerita Star Wars: The Rise of Skywalker

Mark Hamill sempat melontarkan ketidaksetujuannya soal kisah Luke di bawah Rian Johnson dalam Star Wars: The Last Jedi (2017). Karena pernyataan tersebut, Mark Hamill dikabarkan menolak untuk hadir dalam episode IX meskipun masih terikat kontrak.

Akan tetapi, Mark Hamill membantah kabar tersebut dengan menyatakan ketertarikan akan cerita Star Wars: The Rise of Skywalker.

9. J.J Abrams pernah berkolaborasi dengan Keri Russel

Setelah diutus sebagai sutradara Star Wars: The Rise of Skywalker, J.J Abrams lantas merekrut Keri Russel. Keputusan itu diambil karena J.J Abrams dan Keri Russel pernah berkolaborasi dalam seri Felicity (1998-2002) dan Mission: Impossible III (2006).

10. Permintaan sutradara sebelumnya

Ketika menjabat sebagai sutradara, Colin Trevorrow berkeinginan beberapa adegan Star Wars: The Rise of Skywalker diambil langsung di luar angkasa. Namun, tak diketahui apakah J.J Abrams dan Lucasfilm merealisasikan keinginan Colin Trevorrow.***

Bagikan: