Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Sedikit awan, 20.9 ° C

Sekilas Riwayat Komik Masa Kini

Tim Pikiran Rakyat
null
null

MARAKNYA karya ilustrasi dari sebuah cerita terus berkembang dari zaman ke zaman. Mulai dari sekadar ilustrasi sederhana, komik, hingga motion graphic. Di tengah kemajuan teknologi, komik pun menjadi sesuatu yang unik dan terus berkembang. Beragam jenis komik terus bermunculan. Lalu seperti apa komik Indonesia hari ini?

Komik Indonesia adalah komik yang menggunakan bahasa Indonesia atau hasil karya dari komikus Indonesia. Umumnya mengangkat tema cerita rakyat, pewayangan, epos dan kekhasan nusantara. Periode 1960 sampai dengan 1970 merupakan masa keemasannya.

Pada dekade tersebut, komik Indonesia memberikan banyak sumbangsih sebagai bahan bacaan hiburan untuk masyarakat Indonesia. Melalu komik masyarakat mendapatkan edukasi mengenai cerita rakyat, sejarah serta cerita pewayangan dengan cara yang menyenangkan.

Hari ini komik Indonesia telah mengalami perubahan dan menyesuaikan dengan jaman. Komik dibuat dengan gambar yang lebih bervariasi. mengolaborasikan berbagai gaya, seperti yang dilakukan oleh beberapa komikus Indonesia yang menggabungkan karakter pewayangan dengan gaya gambar anime.

Perpaduan budaya Indonesia dengan Jepang ini merupakan proses peyesuaian dengan tren komik yang sedang marak di pasaran. Dengan hal ini diharapkan masyrakat Indonesia dapat menerima cerita-cerita pewayangan dengan sajian yang lebih segar tanpa menghilangkan keindonesiaan nya. Seperti yang dilakukan oleh Alex Irzaqi dengan komiknya yang berjudul Dharmaputra. Semua tokoh dalam komik tersebut merupakan kesatria khas Indonesia yang di gambar dengan gaya anime.

Karya komik seperti Dharmaputra ini juga mendapat respons baik dari dunia internasional. Terbukti Alex juga mendapatkan penghargaan tertinggi ajang Silent Manga.

Namun, apresiasi serupa secara lokal atau nasional belum seperti diharapkan. “Apresiasinya di pasar belum seperti yang kita harapkan, dibandingkan dengan apresiasi untuk karya sejenis yang didatangkan dari luar Indonesia” terang Hawe Stiawan (50), seorang budayawan dan juga dosen Desain Komunikasi Visual Unversitas Pasundan.

Di zaman sekarang, dalam segi cerita pun komik Indonesia lebih pariatif. Tidak hanya mengangkat cerita pewayangan dan sejenisnya saja, cerita realitas kehidupan masyrakat Indonesia pun tidak jarang disajikan dengan khas. Sehingga masyarakat lebih familiar.

Tantangan untuk komik Indonesia ialah bagaimana ia bisa menggali lagi dan mengembangkan cerita-cerita fantastis dari tanah Nusantara sehingga menjadi penyegar untuk bacaan masyarakat.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga bisa menjadi dua mata pisau. Ia bisa menjadi arena bersaing dengan beragam komik dari berbagai belahan dunia  yang bisa saja mematikan. Namun di sisi lain bisa menjadi sebuah media baru yang meluaskan peredarannya ke berbagai kalangan.

“Saya tetap optimis komik Indonesia tidak akan pernah mati” tegas Hawe. Ia menerangkan bahwa komik Indonesia akan terus hadir. Hari ini hanya sedang bergeser sebagai upaya menyesuaikan dengan zaman.

Oleh karena itu, peran komunitas pecinta komik harus terus digalakkan untuk mengadakan pengkajian ataupun sosialisasi pada masyarakat. Memberikan ruang diskusi dan interaksi antara kreator dengan apresiator. Sehingga komik Indonesia akan terus berkembang dan tidak dipandang sebelah mata.

Komik Indonesia merupakan sebuah media pembelajaran. Menyajikan konten cerita yang berkualitas, serta menjadi bagian penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (Moch Ryan H.)***

Bagikan: