Pikiran Rakyat
USD Jual 14.288,00 Beli 13.988,00 | Langit umumnya cerah, 16.8 ° C

Rose Hanbury dan Isu WIL Pangeran William

Tim Pikiran Rakyat
ROSE Hanbury.* WMAGAZINE
ROSE Hanbury.* WMAGAZINE

LONDON, (PR).- Akhir-akhir ini banyak berhembus berita buruk terkait para bangsawan Inggris, seperti salah satunya adalah keretakan hubungan Pangeran William dan Pangeran Harry semenjak Meghan Markle, istri dari Pangeran Harry tengah mengandung anaknya.

Di lain sisi, berita yang lebih mengejutkan adalah berdedarnya kabar perselingkuhan Pangeran William yang diduga terjadi dengan salah satu teman baik istrinya, Kate Middleton yang bernama Rose Hanbury.

Siapakah Rose Hanbury?

Rose Hanbury (Marchioness of Cholmondeley) adalah seorang mantan model yang kemudian menikah dengan sutradara dan aktor ternama, David Rocksavage, yang merupakan Marquess of Cholmondeley ke-7.

Menurut The Daily Beast, Rose dan David bertempat tinggal di Norfolk, tak jauh dari kediaman William dan Kate di Sandringham. Karenanya, kedua pasangan itu adalah teman dekat.

Bagaimana rumor ini muncul?

Beberapa minggu lalu, The Sun menerbitkan sebuah berita tentang perselisihan Kate dan Rose. Media Inggris lainnya seperti The Daily Mail dan Express ikut menyiarkan berita serupa meskipun tidak ada yang mengatakan alasan dari perselisihan tersebut.

Seorang penulis bernama Nicole Cliffe kemudian mengunggah sebuah tuliasan di Twitternya tentang perselingkuhan Pangeran William dari Kate, dikatakannya bahwa hal itu merupakan alasan sebenarnya dari ketegangan antara Pangeran William dan Pangeran Harry. Dan bukan seperti yang dilaporkan sebelumnya, terkait kehamilan Meghan.

Dalam tulisannya, Cliffe menyebutkan bahwa Giles Coren, seorang reporter terkemuka Inggris, mengunggah sebuah tulisan yang mengatakan bahwa perselingkuhan pangeran telah menjadi rahasia umum sejak berbulan-bulan lalu. Tak lama, reporter itu kemudian menghapusnya. Coren menolak untuk mengomentari unggahannya tersebut kepada media The Daily Beast, karena diduga mendapat tekanan besar dari istana untuk merahasiakannya.

Kemudian, In Touch, majalah gossip Amerika, menerbitkan cerita perselingkuhan Pangeran William pada tampilan sampul. Sebuah sumber rupanya mengatakan kepada majalah tersebut bahwa Kate segera membicarakan isu tersebut dengan Pangeran William yang kemudian hanya menertawakannya dan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa dilakukan untuk isu tersebut.

Bagaimana tanggapan istana?

Istana Kensington menolak untuk mengomentari berita tersebut kepada awak media Daily Beast termasuk berita yang dipublikasikan oleh In Touch. Hal ini membuat perilaku istana terkesan aneh dan tidak biasa, meskipun pihak istana mengatakan kepada Daily Beast bahwa cerita itu "adalah bohong."

Daily Beast juga melaporkan bahwa sebuah media Inggris telah diberikan peringatan hukum atas beritanya. Peringatan itu dikirim langsung oleh pengacara pilihan bangsawan, firma hukum Harbottle dan Lewis.

Surat itu mengatakan, "selain bohong dan merusak citra istana, berita palsu sehubungan dengan kehidupan pribadi klien kami tersebut merupakan pelanggaran privasi menurut Pasal 8 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia."

Duncan Larcombe, mantan editor kerajaan yang sekarang bekerja untuk The Sun, mengatakan kepada The Daily Beast bahwa penggunaan surat resmi semacam itu menjadi "langkah terakhir" untuk pihak istana untuk membungkam para awak media karena kerajaan cenderung tidak mengambil tindakan hukum terkait isu seperti ini. (JT-Zihfa anzani Saras Isnenda)***

Bagikan: