Pikiran Rakyat
USD Jual 14.605,00 Beli 14.305,00 | Sebagian berawan, 26.3 ° C

Shazam, Superhero yang Mencari Arti Keluarga

Tim Pikiran Rakyat
Shazam/DC
Shazam/DC

NEW YORK, (PR).- Keberadaan buku-buku komik telah menarik perhatian pembaca, khususnya tentang bagaimana kisah-kisah orang biasa yang berubah menjadi pahlawan super. Marta Milans, pemeran ibu tiri dalam film Shazam,  produksi Warner Bros ini mengungkapkan bahwa pahlawan super telah mendorong buku-buku komik melampaui aksi-aksi yang lebih besar dari kehidupan aslinya.

Diangkatnya kisah manusia super memberikan pesan yang bermakna. Mampu menceritakan keberagaman luar biasa yang ada dalam sebuah keluarga di seluruh dunia. Hal ini seperti yang diungkapkan Milans dalam wawancaranya dengan NBC News.

“Fakta bahwa buku komik dan film yang diangkat dari komik memiliki dampak yang luas, sehingga penting untuk terus menceritakan keberagaman,”ungkap Milans.

Menurutnya komik superhero mampu memberikan dampak secara global. Ia mengungkapkan bahwa anggapan tentang normalnya sebuah perbedaan mampu memotivasi setiap orang agar menghargai diri sendiri. 

“Semakin mereka menormalkan keberagaman, semakin banyak orang dengan latar belakang berbeda dapat melihat diri mereka sama pentingnya dengan Superman,” ujar Milans.

Shazam diciptakan setahun setelah buku komik “Superman” dibuat, yaitu pada tahun 1939.

Film Shazam menceritakan tentang anak berusia 14 tahun bernama Billy Batson yang mampu berubah menjadi superhero dewasa melalui satu kata ajaib. “Shazam” adalah kata ajaib yang mampu mengubah Batson menjadi pahlawan super. Kata tersebut sebetulnya  memiliki kepopuleran yang sama dengan kata “abracadabra” .

Meskipun dalam buku komiknya, kata Shazam adalah akronim yang terdiri dari nama-nama “Six Imortal Elders” . Six Imortal Elders ini terdiri dari Solomon (kebijaksanaan), Hercules (kekuatan), Atlas (stamina), Zeus (kekuasaan), Achilles (keberanian), dan Mercury (kecepatan). Mereka adalah sumber  abadi yang menjadi asal muasal Batson memperoleh kekuatannya.

Batson sendiri diceritakan sebagai anak jalanan yang hidup dalam kesulitan , kemudian ia bertemu dengan keluarga asuh. Hingga suatu ketika seorang penyihir memberinya sebuah kekuatan untuk berubah menjadi Shazam.

Di balik kisah superheronya, Batson adalah seorang anak yang selama masa hidupnya dihabiskan untuk mencari sang ibu.

Milans kembali mengungkapkan bahwa film tersebut memiliki pesan tentang seorang anak berkekuatan super yang ingin mencari arti rumah sesungguhnya.

Selain itu, film ini juga ingin memperlihatkan kepada penontonnya tentang arti superhero dari sudut pandang anak-anak. 

Lain halnya dengan aktor Jovan Armand yang berperan sebagai Pedro Pena, mengatakan bahwa dirinya tumbuh sebagai anak tunggal yang tak memiliki pengalaman tentang keluarga. Tetapi film Shazam mengajarkannya bahwa tak perlu ada hubungan darah untuk menjadi sebuah keluarga. (Yuli Yulianti)***

Bagikan: