Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Bukan Musiman, Rossa Ingin Konsisten dalam Berbisnis

Gita Pratiwi
PENYANYI Rossa yang konsisten terjun berbisnis kosmetik, karaoke, dan kue.*/GITA PRATIWI/PR
PENYANYI Rossa yang konsisten terjun berbisnis kosmetik, karaoke, dan kue.*/GITA PRATIWI/PR

DIVA pop Rossa merupakan salah satu selebrita yang juga berbisnis. Penyanyi yang lahir dan besar di Kabupaten Sumedang ini rupanya tidak mau setengah-setengah menjalankan bisnis. Beberapa bisnis yang digelutinya saat ini adalah karaoke, kue bolu, dan kosmetik.

Sebetulnya, bisnis musiman itu memang karena lagi tren apa, terus jadi banyak. Lalu ada yang hilang. Yang paling penting buat aku sih konsiten," kata Rossa di sela Reseller Gathering Rossa Beauty, di Hotel GH Universal, Jalan Setiabudi, Bandung, Rabu, 3 April 2019. 

Bagi perempuan bernama lengkap Sri Rossa Roslaina Handiyani, ketika sudah masuk ke dunia usaha, maka ia harus siap dengan kegagalan. Seperti kegagalan pada usaha restorannya, yang dirasa kurang cocok.

"Sekarang bisnisku jalan di karaoke, kue yang di Padang, juga kosmetik. Belum tentu juga selamanya di situ. Bisa sharing sama banyak orang, kolaborasi dengan perusahaan lain. Pokoknya selalu dilakukan maksimal," katanya. 

Rossa juga terjun langsung dalam setiap bisnis yang dirintisnya. Seperti dalam bisnis kosmetik, ia turut andil dalam pengadaan produk kosmetik yang didasarkan pada kesukaannya ber-makeup. Begitu pula dengan pemilihan warna. Ocha, sapaan akrabnya, hanya suka riasan ringkas yang terdiri dari two way cake, lipstik, dan pensil alis.

PENYANYI Rossa yang ingin konsisten berbisnis kosmetik, karaoke, dan kue.*/DOK PR

Membekali dan menghadiahi pengecer

Pada gathering itu, ia pun membekali reseller produknya dengan motivasi dan upgrading skill soal digital marketing. Dari 1.000 reseller yang ia bawahi, hadir puluhan yang terpilih. Pertemuan itu juga menyambut prestasi produk barunya lip tease yang mencapai 15.000 penjualan. 

Menurut Rossa, pembekalan ini penting agar para pengecer bisa memberdayakan media sosial secara lebih luas. Media sosial jangan hanya digunakan sekadar bersosialisasi atau memantau gosip. 

Selain itu, Rossa menyemangati para pengecer dengan bonus liburan. Tahun lalu, 150 penjual diterbangkan ke Bali. "Selanjutnya ingin ke Thailand atau umrah," ujarnya.***

Bagikan: