Pikiran Rakyat
USD Jual 14.024,00 Beli 14.122,00 | Umumnya berawan, 24.5 ° C

Cegah Kebutaan, Terapi Katarak dengan Kacamata Khusus

Satrio Widianto
FIGUR publik, Asri Welas, menggendong anaknya yang menjalani pengobatan karena katarak kongenital.*/DOK PR
FIGUR publik, Asri Welas, menggendong anaknya yang menjalani pengobatan karena katarak kongenital.*/DOK PR

JAKARTA, (PR).- Masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan untuk menderita katarak lebih cepat 15 tahun dibandingkan masyarakat di negara-negara subtropis. Dari seluruh penderita katarak di Indonesia itu, ada 0,78 kasus yang akhirnya mengakibatkan kebutaan.

Fakta itu berdasarkan data Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami). Bahkan, katarak itu pun tidak hanya diderita orang dewasa, melainkan anak-anak yang menderita katarak kongenital.

"Sekitar 10% dari 66 juta anak sekolah di Indonesia menderita kelainan refraksi (salah satu kondisi yang dapat menyebabkan penglihatan buram)," kata Alexander F. Kurniawan, Chairman PT Optik Tunggal Sempurna, dalam Editor Luncheon terkait peringatan 90 tahun Optik Tunggal  di Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

Ia mengatakan, jumlah anak-anak usia di bawah 18 tahun di Indonesia mencapai 29,4% atau 77 juta. Ketika pihaknya melakukan pengecekan ke Kementerian Kesehatan, tercatat ada 10% anak-anak Indonesia yang memerlukan alat bantu kacamata.

“Tahun 2014, kami melakukan screening mata untuk anak-anak ke sekolah-sekolah. Hasilnya, ada 40-50% anak-anak membutuhkan alat bantu kacamata. Bahkan, saat melakukan screening di salah satu sekolah internasional di Jakarta, ada 72% anak di sana yang membutuhkan alat bantu kacamata,” ujarnya.

Alex mengatakan, fakta itulah yang membuat pihaknya menggelar program “90 Kacamata bagi Anak-Anak Penderita Katarak Kongenital”. Kegiatan itu dilakukan Optik Tunggal Next Generation, gerai kacamata khusus untuk anak usia 2 bulan hingga 14 tahun.

Kegiatan itu diisi dengan membagi-bagikan kacamata gratis untuk anak-anak penderita katarak kongenital. Itu dilakukan sekaligus sebagai rangkaian peringatan ulang tahun Optik Tunggal.

ILUSTRASI katarak pada anak.*/DOK PR

Optik khusus anak

Dikatakannya, menghadirkan optik mata khusus untuk anak tidaklah mudah. Sebagai pionir di Indonesia dan Asia Tenggara untuk optik mata khusus anak, pihaknya memperhatikan betul karakteristik anak.

“Perlu penangangan dan layanan khusus bagi anak-anak. Oleh karena itu, kami memilih staf yang menyukai anak-anak, serta telaten dan sabar dalam menghadapi anak. Kami mendatangkan dua profesor dari Filipina untuk memberikan pelatihan khusus selama 1,5 tahun untuk para staf,” katanya.

Dalam menggelar gerakan peduli anak-anak penderita katarak kongenital, dia pun menggandeng Asri Welas. Asri adalah selebritis yang memiliki anak penderita katarak kongenital, Muhammad Ibran.

“Setelah melakukan operasi katarak, Ibran membutuhkan kacamata khusus untuk kesehariannya, yang dapat membantunya berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. Setelah menggunakan kacamata khusus dan mengikuti terapi, lensa kacamata Ibran turun dari plus 18 ke plus 14,” ujarnya.***

Bagikan: