Pikiran Rakyat
USD Jual 14.185,00 Beli 13.885,00 | Sebagian cerah, 23.2 ° C

Pandji Pragiwaksono : Era Serba Cepat, Milenial Jangan Terburu-buru dalam Berkarya

Gita Pratiwi
Bidik Misi Fair ITB 3.0 di Aula Timur Kampus ITB, Sabtu, 23 Maret 2019.*/GITA PRATIWI/PR
Bidik Misi Fair ITB 3.0 di Aula Timur Kampus ITB, Sabtu, 23 Maret 2019.*/GITA PRATIWI/PR

BANDUNG, (PR). - Selebritas dan pelaku industri kreatif Pandji Pragiwaksono mengimbau generasi milenial agar tidak terburu-buru dalam berkarya. Ia menilai di era serba cepat, milenial kurang sabar meniti ide menjadi nyata. 

Hal itu diungkapkan Pandji dalam Bidik Misi Fair ITB 3.0 di Aula Timur Kampus ITB, Sabtu, 23 Maret 2019. Selain dia ada entrepreneur Salman Subakat, Pidi Baiq, dan alumni berprestasi Kartini F. Astuti sebagai narasumber. 

"Generasi milenial ragu karena terlalu banyak pilihan. Jadinya ada kepanikan dini. Merasa ketika memulai sesuatu harus buru-buru selesaikan, padahal ngga," kata Pandji. 

Dia mengatakan lebih penting memperkaya diri dengan informasi sebanyak-banyaknya. Kemudian kurangi sikap menilai kesimpulan utuh dari informasi yang sedikit. Khawatir akhirnya tidak melakukan apa-apa.

Memberanikan diri masuk ke industri kreatif, milenial harus tau mau bikin apa, katanya. "Coba lakukan dari yang terdekat. Dari karya yang kamu bisa, yang kamu suka. Lalu, harus sabar. Walaupun di zaman serbainstan semuanya cepat. Cepat boleh, buru-buru jangan," tutur Pandji. 

Selain acara talkshow, terdapat pula kompetisi menulis essai dan kisah inspiratif, kompetisi foto dan video lewat media sosial. Hasil karya tulis dibukukan untuk disebar ke pulau 3T (terpencil, terluar, dan terjauh). 

Mengusung tema Empowering Milenials for Indonesia 2045, acara ini bertujuan untuk sharing motivasi serta apresiasi bagi para mahasiswa Bidik Misi yang selama ini sudah banyak melakukan inovasi serta berprestasi baik di bidang akademik mau pun non akademik. Menurut dia, masih ada stigma ketidak percayaan diri di kalangan para beswan Bidik Misi, padahal dengan predikat yang disandangnya, tidak membedakan mereka dengan mahasiswa. Regular.

Bahkan berdasarkan hasil tracer study, mahasiswa Bidik Misi di ITB memiliki kecenderungan lebih berprestasi ketimbang mahasiswa regular. 

Sementara itu Ketua Lembaga ITB, Dr. Eng. Sandro Mihradi pun mengungkapkan hal serupa. Menurut dia, berdasarkan hasil studi pelacakan alumni ITB pihaknya menemukan hasil bahwa mereka memiliki IPK rata-rata di angka 3.28 dari skala tertinggai 4.

Bahkan dengan jumlah dana beasiswa yang diterima masih relatif kurang,sekitar 15 persen mahasiswa Bidik Misi ITB juga menggunakan dana beasiswanya untuk membantu menopang kehidupan orang tuanya.***

Bagikan: