Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Sebagian berawan, 20.9 ° C

Nidji dan Mustache and Beard Tampil di Indokustik

Windy Eka Pramudya
Nidji.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
Nidji.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

BERGABUNGNYA Yusuf Ubay sebagai vokalis memberi suntikan energi baru untuk Nidji. Seperti yang tercipta pada Indokustik, Rabu, 13 Maret 2019.

Berlangsung di Holiday Inn Bandung Pasteur Jalan Dr Djundjunan Kota Bandung, Nidji tampil berbagi pentas dengan band Mustache and Beard.

Selain Ubay, Nidji masih diperkuat Rama dan Ariel (gitar), Andro (bas), Adri (drum), dan Run-D (keyboard). Mereka tampil selama hampir 45 menit dengan menyuguhkan tiga nomor. Kehadiran Ubay yang mahir bermain saksofon memberi warna baru di performa Nidji.

Nidji mengawali aksi dengan Bila Aku Jatuh Cinta. Untuk memberi sajian berbeda, Ubay bermain saksofon sebagai intro. Tentu saja hal ini membuat lagu yang termuat di album Breakthru' (2006) ini terasa lebih mendayu.

Di sela tampil, Rama menceritakan, Ubay bergabung dengan Nidji setelah proses audisi. Ubay berhasil menyisihkan sekitar 2.000-an peserta yang mendaftar. 
Menurut Rama, awak Nidji memilih Ubay karena dia memiliki karakter vokal dan musikalitas yang bisa dieksplorasi lebih jauh bersama Nidji.

"Satu tahun lalu kami sempat 'tidur'. Saat Kumpul lagi, kami memutuskan Nidji harus dilanjutkan, tapi Giring enggak bisa ikut. Akhirnya kami cari vokalis baru. Buat kami, Nidji itu seperti rumah, kami pasti akan selalu kembali," tutur Rama.

Rama mengaku, saat audisi, mereka sengaja memilih sosok yang berbeda dari vokalis terdahulu. Soalnya, kata Rama, Nidji ingin memulai babak baru bersama vokalis anyar mereka.

Nidji.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

Vokalis Nidji, Ubay mengatakan, bisa bergabung di Nidji seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Dulu, dia cukup sering membawakan lagu Nidji. Dia juga sempat mencicipi menjadi personel beberapa band dan menyanyi solo. Ubay bahkan sempat mengikuti Indonesian Idol dan dikenal sebagai peserta yang bernyanyi dan bermain saksofon.

"Alhamdulillah saya bisa bergabung dengan Nidji. Setelah sama Nidji, lebih enak jadi anak band daripada solois," ujar Ubay seraya tertawa.

Bersama Ubay, Nidji telah merilis single baru berjudul Segitiga Cinta. Lagu ini menjadi soundtrack film Antologi Rasa. Uniknya, Segitiga Cinta dibuat sebelum Ubay bergabung. Alhasil, saat diterima sebagai personel Nidji, Ubay langsung kebut untuk rekaman dan shooting videoklip.

"Sebelum ada Ubay, saya yang isi vokal. Kebetulan kalau sama Soraya Intercine Films sudah sering bikin soundtrack untuk film mereka, jadi enggak sulit juga. Saya riset di Google untuk tahu ceritanya. Saat bikin lagunya, dua jam selesai," ungkap Ariel.

Di panggung Indokustik, Segitiga Cinta Tak luput dibawakan. Di lagu ini, Ubay membuktikan diri dia bisa langsung solid dengan personel Nidji yang lain kendati baru satu bulan bergabung. Semalam penampilan Nidji ditutup dengan Biarlah.

Sebelum Nidji, band asal Bandung Mustache and Beard juga tampil dalam formasi dan single baru. Di awal 2019, Mustache and Beard hadir dalam formasi berempat. Kini, band yang telah merilis album Manusiaku Manusiamu Manusianya itu dihuni Afif (vokal, flute, dan akordeon), Febryan (gitar, vokal), Adri (trompet, trombon), dan Nagif (drum).

Untuk Indokustik, mereka menyajikan empat tembang yaitu Hujan Kemarau, Batas Mimpi, Senyum Membawa Pesan, dan Roda Asmara. Nomor Roda Asmara menjadi sajian terbaru Mustache and Beard.

Afif mengungkapkan, lagu Roda Asmara membuat mereka mengeksplorasi musikalitas Mustache and Beard. Soalnya, lagu itu dibalut aransemen bernuansa ceria setelah selama ini Afif dkk dikenal sebagai band yang mellow.

Kendati lebih ceria, tapi karakter musik Mustache and Beard tetap terasa. "Lagu Roda Asmara berdiri sebagai single. Album kedua sedang disiapkan, tapi lagu Roda Asmara kemungkinan tidak akan masuk album," ujar Afif.***

Bagikan: