Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

Cripzza, Cara Lain Menikmati Ayam Tepung

Gita Pratiwi
CRIPZZA.*/GITA PRATIWI/PR
CRIPZZA.*/GITA PRATIWI/PR

AYAM goreng berbalut tepung memang tak pernah mati. Trennya terus berkembang dari tahun ke tahun. Bisa ditemui mulai dari gerobak, kedai, hingga pusat makanan.

Dengan apa Anda biasa menikmati ayam krispi? Nasi atau kentang? Saus sambal, saus tomat, atau sambal tradisional?

Ternyata selain disantap sebagai teman karbohidrat, ada juga kreasi sajian ala pizza, cripzza. Di Kandang Ayam, Jalan Karapitan Kota Bandung, menu ini disajikan ala makanan khas Italia itu.

Dua buah dada ayam utuh berbalut tepung krispi disajikan membundar di atas talenan kayu. Disiram saus marinara bak pizza betulan, cripzza dilapisi topping lelehan keju mozzarella panggang.

“Cara makannya pun seperti pizza. Satu irisannya ditarik keluar talenan dengan keju mozzarella yang kenyal,” kata Ridwan dari Kandang Ayam, Rabu, 13 Maret 2019.

Selain marinara, pizza khas ini bisa ditambahkan aneka saus lain seperti swiss cheese, mushroom, burning cheese. Swiss cheese untuk saus keju yang lembut, mushroom terdiri dari jamur segar, dan keju berbubuk cabai untuk burning cheese.

Selain di Karapitan, resto dengan konsep interior seperti kandang ayam di perkampungan ini bisa ditemui di empat lokasi lain. Kebon Kawung, Antapani, dan Kota Cimahi misalnya. Hampir semua menunya menyajikan ayam goreng tepung dengan berbagai varian khas western food.

“Untuk saus, kami memiliki sembilan saus basah dan tiga saus kering. Semua otentik racikan kami sendiri,” ujar Ridwan.
 

Selain konsep interiornya yang khas, resto ini dikenal dengan penyajiannya di atas talenan. Seperti di resto lain, ayam krispi disiram saus disajikan dengan nasi atau kentang. Bedanya, potongan ayam tidak disajikan utuh. Kali ini ayam dipotong dadu dengan saus siap cocol.

Jika lebih suka nasi, ayam renyah akan disantap a la ricebowl. Menu lainnya berupa olahan pasta, seperti mac n cheese, dan kentang. Harga makanan di tempat ini berkisar dari Rp 15.000-35.000.

Kisah di balik nama kandang ayam

Siapa sangka resto dengan lima cabang ini mulanya hanya sebuah gerobak dorong di Jalan Kebon Kawung Kota Bandung. Kemudian bertranformasi menjadi kedai dan resto.

Pemilihan nama usaha dilatarbelakangi laris manisnya usaha ayam goreng di berbagai tempat. “Tapi biasanya orang lain kan ayam goreng ‘pak siapa’, ayam goreng ‘siapa’ gitu. Kita pilih yang memang berkaitan dengan ayam, dan orang memang mencari rumahnya ayam di sinilah,” ujar Ridwan.***

Bagikan: