Pikiran Rakyat
USD Jual 14.286,00 Beli 13.986,00 | Hujan petir singkat, 22.6 ° C

RUU Tata Kelola Permusikan Dinilai Lebih Mendesak

Siska Nirmala
MASSA dari jaringan lintas komunitas serta masyarakat umum yang tergabung dalam Suara Merdeka membentangkan tulisan saat berunjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 18 Februari 2019. Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar DPR mencabut RUU Permusikan dari program legislasi nasional serta menuntut optimalisasi dan revitalisasi Dewan Kesenian di daerah agar mampu mengayomi seluruh masyarakat seni di Indonesia.*/ANTARA
MASSA dari jaringan lintas komunitas serta masyarakat umum yang tergabung dalam Suara Merdeka membentangkan tulisan saat berunjuk rasa di Surabaya, Jawa Timur, Senin, 18 Februari 2019. Dalam aksi tersebut mereka menuntut agar DPR mencabut RUU Permusikan dari program legislasi nasional serta menuntut optimalisasi dan revitalisasi Dewan Kesenian di daerah agar mampu mengayomi seluruh masyarakat seni di Indonesia.*/ANTARA

JAKARTA, (PR).- Tata kelola permusikan yang menekankan sertifikasi pemusik jauh lebih mendesak dibanding pembatasan karya musisi dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan, demikian disampaikan grup musik SORE.

"RUU Permusikan jelas-jelas akan membabat kreativitas anak bangsa. Kalau sertifikasi perlu, tapi dalam konteks tata kelola musik. RUU permusikannya sendiri, pada pasal 5, sebenarnya tidak perlu ada," ujar vokalis grup SORE Ade Firza Paloh, Seperti dilansir Kantor Berita Antara, Selasa, 12 Maret 2019.

SORE menjadi salah satu grup musik yang pertama kali menolak RUU Permusikan dan lebih mengampanyekan penerapan sertifikasi para pemusik dalam tata kelola musik.

Sertifikasi musik, menurut Ade, penting bagi pemusik yang yang telah mengenyam pendidikan musik karena akan mempengaruhi pendapatan mereka.

"Pendidikan musik untuk mendapatkan sertifikasi itu penting misalnya bagi penyanyi kafe. Para penyanyi itu bisa mendapatkan upah yang layak dan bukan karena dimainkan para pengatur acara (event organizer)," ujar pelantun Rubber Song itu.

Ade mengatakan sertifikasi musik menjadi bentuk penghargaan bagi para pemusik yang telah belajar secara khusus soal musik. "Atau seperti string section, home section boleh ada sertifikasi tapi tidak masuk di RUU Permusikan," ujarnya.***

Bagikan: