Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Sebagian berawan, 20.2 ° C

Reuni Dua Pemusik yang Sempat Tergabung dalam Band D'Marzio

Satira Yudatama
DONNY Suhendra (gitar) dan Samuel A Budiono (piano) memanggung bersama Aries Ardiansyah (bas) beserta Alman Naufal (drum) pada edisi ke-3 acara "Bumi Sangkuriang Jazz N Blues 2019" di Ballroom BP Bumi 
Sangkuriang, Jalan Kiputih, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin, 11 Maret 2019.*/SATIRA YUDATAMA/PR
DONNY Suhendra (gitar) dan Samuel A Budiono (piano) memanggung bersama Aries Ardiansyah (bas) beserta Alman Naufal (drum) pada edisi ke-3 acara "Bumi Sangkuriang Jazz N Blues 2019" di Ballroom BP Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin, 11 Maret 2019.*/SATIRA YUDATAMA/PR

DUA personel band fusion D'Marzio yang terbentuk pada dekade 1970, Donny Suhendra (gitar) dan Samuel A Budiono (piano) kembali tampil bersama setelah sempat tak berjumpa lumayan lama. Cerita kenangan masa lalu membumbui penampilan mereka, menghadirkan efek yang menambah kehangatan suasana. Penampilan mereka mengisi edisi ke-3 "Bumi Sangkuriang Jazz N Blues 2019" di Ballroom BP Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih, Ciumbuleuit, Kota Bandung, Senin, 11 Maret 2019.

Mereka memanggung bersama Aries Ardiansyah (bas) dan Alman Naufal (drum) yang menyuguhkan sejumlah lagu dengan permainan sarat teknik, membuat penonton terpukau. Samuel menunjukkan kelihaian memainkan piano, memijit serangkaian tuts dengan sangat cepat. Donny mempraktikkan fingerstyle apik, sesekali mengombinasikan dengan strumming, serta bending. Alman, dan Aries pun memperlihatkan kebolehannya memainkan instrumen masing-masing.

Lagu karya Samuel, berjudul "Sandiraga" yang terdapat dalam album D'Marzio turut mengisi susunan daftar main, mengentalkan nuansa nostalgia. Sebelum membawakan lagu yang memuat gaya aransemen fusion itu, Samuel menyampaikan pengantar yang menerangkan muatan latar cerita.

Donny dan kawan-kawan membawakan sejumlah lagu lain yang terkemas dengan format instrumental. Personel menyertakan improvisasi, pengubahan irama mendadak dengan transisi sangat rapi, serta penonjolan keterampilan individu secara bergantian, kian memadatkan dinamika setiap suguhan. Menyelang suguhan lagu, Donny menyempatkan berinteraksi, membangun keakraban dengan penonton. "Kami memanggung tanpa persiapan khusus, cuma sempat geladi saat cek perangkat suara. Terima kasih telah meluangkan waktu untuk menonton penampilan kami," kata Donny.

Perihal Samuel, Donny mengatakan, merupakan salah seorang sahabat spesial yang memberi banyak dukungan dalam perjalanan musiknya. Bahkan, Donny mengaku sempat belajar musik kepada Samuel yang menguasi keterampilan teknis luar biasa. "Selain pemusik andal, Samuel merupakan ahli di bidang arsitektur. Sangat gembira berkesempatan kembali tampil bareng dengan Samuel," ucap Donny.

Menimpali sanjungan itu, Samuel mengatakan, Donny pun merupakan pemusik andal. Dia dengan Donny sempat lama tak berjumpa saat menempuh studi arsitektur di Amerika Serikat. "Senang sekali beroleh kesempatan memanggung lagi bersama Donny di Bandung, membangkitkan ingatan masa lalu, serasa kembali muda," kata Samuel, kemudian tersenyum.

Penampil lain, duo Yopi D Nafis (piano), dan Misty (vokal) membawakan sejumlah lagu, di antaranya "Dindi" dari Antônio Carlos Jobim. Perpaduan permainan piano apik Yopi dengan vokal lembut Misty membentuk kemasan suguhan yang menghantarkan nuansa sejuk. Pada jeda suguhan lagu, Misty rajin melontarkan ajakan kepada penonton agar bersedia ikut bernyanyi.

Dalam edisi tersebut, tersuguh pula penampilan Yoga Ogoy and The Reefer Wild, serta Papercup. Penonton hampir memenuhi lokasi penyelenggaraan acara, menggambarkan animo yang begitu besar.***

Bagikan: