Pikiran Rakyat
USD Jual 14.635,00 Beli 14.335,00 | Umumnya berawan, 22.2 ° C

Pameran In-Tension, Tantangan Membuat Karya Drawing

Windy Eka Pramudya
PAMERAN In-Tension.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
PAMERAN In-Tension.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

SEBAGAI cabang seni rupa, drawing berkembang leluasa dengan beragam ekspresi para senimannya. Seperti yang tercipta pada pameran In-Tension di Griya Seni Popo Iskandar Jalan Dr Setiabudhi Kota Bandung.

Pameran yang berlangsung 5-14 Maret 2019 ini menampilkan karya tiga seniman yaitu Chakra Narasangga, Daka Kuntara Solehudin, dan Ridwan Solehhudin. Di pameran In-Tension, para seniman mengeksplorasi berbagai teknik dan media untuk berkarya. Ridwan memakai bolpoin di atas kertas, Chakra mengeksplorasi pensil, dan Daka menggunakan drawingpen.

Karya Daka misalnya yang mengangkat tema tentang glitch. Dalam dunia layar elektronik, glitch muncul karena bug. Glitch sering muncul sebagai gangguan dari proses perpindahan frekuensi menuju frekuensi berikutnya.

Menurut Daka, glitch dalam karya dia adalah gagasan sekaligus teknik dan bahasa ungkap demi menyelami dan merayakan sebuah proses.

Beberapa karya Daka antara lain Leap of Faith, New World, dan Beneath the Sun. Objek yang Daka gambar adalah karakter bug atau serangga yang kerap mengganggu. Dengan detail, Daka menggambar kaki-kaki kurus penuh duri dan antena panjang yang menjadi radar serangga.

Sementara itu, Ridwan membuat drawing dalam tema hajar. Objek utama dalam karya Ridwan adalah paku. Menurut dia, karyanya melalui tarikan garis-garis bolpoin, mencoba menyelami dan menelusuri jejak berbatang-batang paku, yang bengkok dan berkarat.

Karya Ridwan antara lain berjudul Gorgeus dan Head and My Heart. Pada karya Gorgeus, Ridwan menggambar kaki yang tertancap paku, dan pada Head and My Heart, Ridwan menggambar tumpukan paku bengkok yang diikatkan di sebuah rumah terbang.

Kisah tentang kesunyian hadir lewat karya Chakra yang bertema limbo. Menurut Chakra, lewat karya drawing ini, dengan keintiman yang paling sunyi menjadi jalan bagi jurnal petualangan dia dengan limbo. Limbo, kata Chakra, memungkinkan akan mempertemukan jalan berikutnya pada ruang-ruang lain yang menumbuhkan banyak hal tak terduga lainnya.

Di pameran In-Tension, Chakra membuat karya di antaranya As Above So Below, Somewhere Now, dan Nimbus. Setiap karya memperlihatkan pola abstrak yang menumbuhkan imajinasi apresiator karya Chakra.

Kurator Anton Susanto menjelaskan, dalam terjemahan bebas, intension merujuk pada kata intensitas. Intensitas dalam hal ini merujuk pada ukuran seberapa banyak para seniman ini melakukan proses berkarya dalam rentang waktu tertentu.

Anton menyebutkan, tiga seniman yang berpameran merupakan peserta program Drawingclass212 angkatan ke-6 bersama seniman Nandanggawe sebagai mentor. 

PAMERAN In-Tension.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

Menurut Anton, Drawingclass 212 ini tidak mengeksplorasi karya berbasis drawing. Akan tetapi, pada prakteknya para (calon) seniman pun mendapat bekal untuk bagaimana berkarya rupa dengan standar seniman, cara berpikir seorang seniman, dan bagaimana seniman menyiapkan rencana jangka pendek dan panjang dalam berkarya. 

Anton menyebutkan, pada aspek ini kehadiran Nandanggawe sebagai mentor menjadi penanda khusus. Dia mentransfer proses dan metode kreatifnya, bukan gaya pada karyanya. Ini, kata Anton, bisa jadi merupakan karakter utama yang kemudian kelak Drawingclass212 akan melahirkan banyak seniman dengan beragam gaya dan karakter.

Program Drawingclass212 terbentuk sejak 2011 sebagai ruang proses kreatif terbuka bagi berbagai gagasan visual. Untuk Drawingclass212 angkatan 2018-2019, dari 11 peserta yang terlibat, akhirnya terseleksi tiga peserta yang bertahan dan berpameran.

Anton mengungkapkan, In-Tension dalam judul pameran ini merujuk pada kata 'tension" yang merepresentasikan tegangan yang terjadi pada setiap seniman dalam proses berkarya. Di proyek ini, kata Anton, setiap seniman diberi tantangan untuk mengeksplorasi terhadap satu pusat minat, media, dan teknik. 

Hasilnya, para seniman yang berpameran berkarya di atas kertas yang beragam dengan pendekatan teknis dan tema berbeda. Kendati semua seniman menampilkan karya drawing, namun setiap karya memiliki artikulasi yang berbeda-beda sesuai karakter masing-masing seniman.

Dalam drawing, intensitas menjadi salah satu ciri atau karakter yang khas. Soalnya, setiap bidang, objek, volume, dan lainnya terbentuk dari intensitas tarikan garis, arsir, dan tekanan yang bervariasi. Karya drawing sedikit berbeda dengan lukisan karena visual yang muncul adalah hasil pertemuan antar warna yang berbeda.***

Bagikan: