Pikiran Rakyat
USD Jual 13.896,00 Beli 13.994,00 | Sebagian berawan, 18.8 ° C

Sinopsis Dilan 1991, Manis dan Pahitnya Kisah Dilan dan Milea 

Windy Eka Pramudya
Dilan 1991/MAX PICTURES
Dilan 1991/MAX PICTURES

PADA 22 Desember 1990, Dilan (Iqbaal Ramadhan) mendeklarasikan hubungannya dengan Milea (Vanesha Prescilla). Milea bahagia karena dia dan Dilan akhirnya berpacaran. Masa indah pun dilalui dua insan yang sedang dimabuk cinta ini. Saat ditanya, apa cita-cita Dilan, dia ingin menikahi Milea. Begitu pun Milea yang tak mungkin menolak Dilan.

Akan tetapi, hubungan Dilan dan Milea tak selamanya manis. Suatu hari Dilan dikeroyok sekelompok orang tak dikenal. Milea cemas, dia tahu ini ada hubungannya dengan posisi Dilan sebagai panglima perang salah satu geng motor di Bandung. Untuk itulah Milea ingin agar Dilan tak ikut-ikutan geng motor lagi. 

Ketakutan Milea terbukti saat tahu kalau Dilan akan balas dendam kepada yang memukulinya. Belakangan, Dilan tahu siapa yang mengeroyok dia tempo hari. Untuk itulah, Dilan ingin balas dendam dengan menyerang kelompok yang memukulinya.

Ditemani sepupu jauh Milea, Yugo (Jerome Kurnia), Milea mendatangi Dilan yang sedang menyusun strategi penyerangan. Sayangnya, kehadiran Yugo malah memperkeruh suasana. Akibat terlalu emosi, Milea juga sampai memberi ultimatum kepada Dilan, jika tetap menyerang, mereka putus.

Malam itu, Milea menyesal telah mengatakan kata "putus" kepada Dilan. Penyesalan Milea bertambah besar saat tahu kalau Dilan ditahan polisi karena melakukan penyerangan. Namun, masalah Milea dan Dilan bisa diatasi saat Milea bertemu Bunda Hara (Ira Wibowo), ibunya Dilan. 

Hubungan manis Dilan dan Milea yang kembali manis ternyata tak berlangsung lama. Dilan berada di persimpangan saat temannya Akew (Gusti Rayhan) meninggal akibat dikeroyok geng tak dikenal. Dilan harus memilih, Milea atau geng motornya.

Alur Dilan 1991 lebih dinamis

Mulai tayang Kamis, 28 Februari 2019, Dilan 1991 merupakan sekuel dari Dilan 1990 (2018). Tahun lalu, film besutan Fajar Bustomi dan Pidi Baiq ini sukses meraup sekitar 6,3 juta penonton. 

Masih berkutat di kisah cinta remaja antara Dilan dan Milea, Dilan 1991 menampilkan alur film yang dinamis selama sekitar 120 menit durasi film. Sebagai penulis skenario, film produksi Max Pictures ini kembali digarap Titien Wattimena dan Pidi Baiq. 

Pada jumpa wartawan seusai pemutaran perdana di Cihampelas Walk Jalan Cihampelas Kota Bandung, Minggu, 24 Februari 2019, penulis Titien Wattimena mengaku tidak mendapat kendala saat menulis naskah Dilan 1991. 

Menurut Titien, novel Dilan 1991 yang ditulis Pidi Baiq strukturnya sudah sangat filmis. Alhasil dia tidak sulit untuk mengadaptasinya.

Pemeran Milea, Vanesha mengatakan, Dilan 1991 memberi dia tantangan berbeda. Pasalnya, sebagai Milea di Dilan 1991, Vanesha harus cepat berganti emosi. Di awal film Milea terlihat bahagia, sedangkah di separuh akhir film, dia harus banyak menangis.

DOK. HUMAS PEMPROV JABAR

"Untuk menghadirkan emosi terutama adegan sedih, aku enggak mengingat kejadian sedih di hidup aku. Namun, aku pakai teknik bagaimana caranya masuk menjadi Milea. Aku harus merasakan apa itu yang Milea rasakan saat itu," ungkap Vanesha.

Jika dibandingkan dengan Dilan 1990, Dilan 1991 terlihat dikemas lebih matang. Baik dari segi cerita, gambar, dan akting para pemerannya, Dilan 1991 menawarkan sesuatu yang membuat penonton penasaran.  Ensambel pemainnya juga terlihat makin solid. Hadirnya sejumlah pemain baru seperti Ence Bagus dan Bucek memberi bumbu komedi yang pas untuk keseluruhan cerita. 

Bagi penonton yang belum membaca novelnya, Dilan 1991 akan meninggalkan kesan yang cukup menghibur. Sementara, pembaca novelnya akan puas karena Pidi mempertahankan cerita dari novel tanpa menambah atau mengurangi. 

Siap untuk kembali larut dalam kisah Dilan dan Milea?***

Bagikan: