Pikiran Rakyat
USD Jual 14.280,00 Beli 14.182,00 | Sedikit awan, 20.3 ° C

Bandung dari Balik Lensa

Satira Yudatama
SEJUMLAH apresiator mengunjungi pameran fotografi, berjudul "Bandung Dari Balik Lensa" di Museum Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, 8-10 Februari 2019. Pameran dengan kurator Yosa Fiandra, dan Krisna "Ncis" Satmoko itu terselenggara dalam rangka memenuhi tugas fotografi (buku foto, dan seminar fotografi).* /SATIRA YUDATAMA/PR
SEJUMLAH apresiator mengunjungi pameran fotografi, berjudul "Bandung Dari Balik Lensa" di Museum Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, 8-10 Februari 2019. Pameran dengan kurator Yosa Fiandra, dan Krisna "Ncis" Satmoko itu terselenggara dalam rangka memenuhi tugas fotografi (buku foto, dan seminar fotografi).* /SATIRA YUDATAMA/PR

BANDUNG, (PR).- Sekitar 75 mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual Sekolah Tinggi Teknologi Bandung menyelenggarakan pameran fotografi, bertajuk "Bandung Dari Balik Lensa" di Museum Kota Bandung, Jalan Aceh, Kota Bandung, 8-10 Februari 2019. Pameran dengan kurator Yosa Fiandra, dan Krisna "Ncis" Satmoko itu terselenggara dalam rangka memenuhi tugas fotografi (buku foto, dan seminar fotografi). 

Setiap mahasiswa menampilkan foto seri, memuat narasi berbagai hal yang terdapat di Bandung dari sudut pandang masing-masing. Berdasarkan catatan pengantar dari salah seorang kurator sekaligus penanggung jawab pameran Yosa Fiandra, kumpulan karya mengandung cerita yang terkemas dengan mengedepankan aspek teknis fotografi, di antaranya sudut memotret, serta penerapan komposisi. 

Velia Noviani menyuguhkan karya berjudul "Pesona Batik Komar", foto seri yang menunjukkan aktivitas pembatik, alat-alat penunjang (membantik), serta potret suasana Rumah Batik Komar. Velia turut mencantumkan deskripsi informasi perihal latar belakang sejarah, dan raihan prestasi Batik Komar. Perpaduan visual, dan urain teks membentuk informasi yang menggugah minat apresiator guna mengunjungi produsen batik bersangkutan. 

Foto seri berjudul "Di Balik Sebuah Layar" dari Khusnul Khatimah menarasikan suasana pasar, tempat sekumpulan individu mencari pendapatan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebagian foto menampilkan aneka ekspresi pedagang di tengah hiruk pikuk pasar, di antaranya melamun, dan tersenyum. Hal itu mencerminkan dinamika upaya individu.

Muhammad Jaenal Marup menampilkan karya berjudul "Cosplay Asia Afrika", berisi potret sejumlah individu yang mencari penghasilan dengan berdandan, dan mengenakan kostum menyerupai karakter tertentu. Dalam kumpulan foto karya Jaenal terdapat beberapa frame yang memperlihatkan cara individu bersangkutan mengubah penampilan fisiknya,  merias wajah secara mandiri dengan bekal cermin. 

Beberapa mahasiswa mengangkat perilaku masyarakat , di antaranya, Andres Alexander dengan karya"Pengunjung Kurang Disiplin", Ei Juniar ("Budaya Berpacaran di Zaman Sekarang"), Kemala Astrid Gianti ("Behind The Beauty of The Flower City"). Andres  memotret dampak dari ulah pengunjung Kebun Binatang Bandung yang kurang tertib , membuang sampah sembarangan, mengotori lingkungan setempat. Kemala mengangkat tema yang hampir sama dengan Andres, perihal kesadaran masyarakat dalam hal membuang sampah. Sementara itu, Ei menampilan potret pemuda, dan pemudi yang berpacaran di ruang publik. 

Terdapat sejumlah tema yang diusung mahasiswa lain, di antaranya keindahan alam, pesona destinasi pariwisata, bangunan bersejarah. Ketua pelaksana pameran Alwi Azzali mengatakan, pihaknya beroleh banyak manfaat dari pengerjaan tugas, seperti melatih  teknis fotografi, tambahan bekal pengalaman lapangan, juga memperluas jaringan.  ucap Alwi. ***

Bagikan: