Pikiran Rakyat
USD Jual 14.223,00 Beli 13.923,00 | Sebagian cerah, 20.8 ° C

Menakar Skill Barista Tanah Air

Endah Asih Lestari
PESERTA unjuk kebolehannya dalam proses membuat kopi latte pada acara  Indonesian Coffee Master Road To London di Miko Mall di Jalan Terusan Kopo, Kota Bandung. Minggu, 10 Februari 2019.*/ADE MAMAD/PR
PESERTA unjuk kebolehannya dalam proses membuat kopi latte pada acara Indonesian Coffee Master Road To London di Miko Mall di Jalan Terusan Kopo, Kota Bandung. Minggu, 10 Februari 2019.*/ADE MAMAD/PR

TREN profesi barista alias peracik kopi terus meningkat di kalangan masyarakat. Kedai kopi yang terus bermunculan di berbagai tempat, ikut menumbuhkan kuantitas barista sebagai individu terakhir yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan rasa kopi di lidah penikmatnya. Namun, bagaimana dengan kualitasnya? 

"Secara umum, skill barista di tanah air meningkat dari tahun ke tahun, meskipun belum terlalu signifikan," ucap Head Judge Indonesia Coffee Master (ICM) Audition 2019 Tuti H. Mochtar, ketika ditemui di sela-sela penjurian ICM 2019 di Miko Mall Bandung, Sabtu, 9 Februari 2019 malam. 

Peningkatan skill juga terlihat dari semakin banyaknya barista yang mencoba mengulik berbagai teknik, untuk mendapatkan cita rasa terbaik. Sederhananya, seperti yang terlihat dalam penyeduhan kopi menggunakan manual brewing. 

"Kalau dulu kan paling dipengaruhi rasio, suhu air, grind size, atau cara menuang. Kalau sekarang, banyak juga barista yang sampai mengulik sampai ke pH air, atau air mineral merk apa yang paling pas digunakan," tuturnya. 

Barista senior yang punya banyak pengalaman sebagai kepala juri kompetisi kopi berskala nasional dan internasional ini mengatakan, untuk menjadi seorang coffee master, setidaknya harus menguasai tujuh kriteria. Kriteria tersebut yaitu coffee cupping (seni menilai secangkir kopi), manual brewing, latte art, docket order untuk membuat 10 minuman kopi dalam 9 menit, membuat espresso blend, membuat signature drink, serta menebak origin tempat kopi berasal. 

Ketujuh kriteria tersebut dipertandingkan pada 20 peserta audisi ICM 2019, yang berlangsung sepanjang Sabtu, 9 Februari 2019, dan Minggu, 10 Februari 2019. Adapun kriteria dalam kompetisi tersebut, diadaptasi dari sistem coffee championship internasional. 

"Untuk disebut sebagai coffee master, seorang barista harus menguasai tujuh keterampilan itu. Dari hasil penjurian hari pertama, rata-rata hanya menguasai tiga di antaranya, sisanya masih lemah," ujar Tuti.

Di antara tujuh keterampilan tersebut, yang seringkali dianggap sebagai tantangan tersulit adalah menebak asal biji kopi yang telah diseduh menjadi minuman. Dalam tahap ini, disiapkan tujuh cangkir kopi. 

Barista harus mampu menebak darimana biji kopi berasal. Di babak final, tahapan ini bisa saja menghabiskan waktu sampai 1,5 jam untuk seorang peserta. 

Pada audisi ICM 2019 tahap pertama, rencananya akan diikuti oleh 20 barista tanah air. Tahap kedua rencananya akan berlangsung pada April 2019, dan diikuti oleh 20 barista tanah air lainnya. 

Dari 40 peserta, akan diambil 20 peserta dengan skor tertinggi yang akan mengikuti tahapan perempat final, dan 8 peserta untuk masuk ke babak semifinal. Dua peserta terbaik berhak mengikuti final yang rencananya akan digelar Juli 2019.

Pemenang ICM 2019 akan mengikuti kompetisi London Coffee Master 2020 di Inggris. Sedangkan pemenang kedua dan ketiga, akan mengikuti event serupa masing-masing di Melbourne, Australia dan Bangkok, Thailand. ***

Bagikan: