Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

Kopi Jabar ke London Coffee Master 2019

Endah Asih Lestari
PESERTA unjuk kebolehannya dalam proses membuat kopi latte pada acara  Indonesian Coffee Master Road To London di Miko Mall di Jalan Terusan Kopo, Kota Bandung. Minggu, 10 Februari 2019. */ADE MAMAD/PR
PESERTA unjuk kebolehannya dalam proses membuat kopi latte pada acara Indonesian Coffee Master Road To London di Miko Mall di Jalan Terusan Kopo, Kota Bandung. Minggu, 10 Februari 2019. */ADE MAMAD/PR

SEBAGAI pemenang Indonesia Coffee Master (ICM) 2018, Irma Purnama (29) akan mengikuti ajang bergengsi London Coffee Master 2019 yang akan dihelat di Inggris pada 28 hingga 31 Maret 2019. Irma dijadwalkan bertolak dari tanah air pada 27 Maret 2019. 

Ada beberapa tahapan kompetisi yang nanti akan dilalui Irma. Salah satunya, yaitu menciptakan secangkir signature coffee yang diraciknya sendiri. 

Rencananya, Irma akan membawa kopi racikannya sendiri yang diberi nama The King Purple. Minuman ini diciptakannya saat mengikuti ICM 2018 tahun lalu. 

"Konsepnya sama, tapi nanti akan dikemas lebih bagus lagi," ucap Irma, yang sejak 2017 bekerja sebagai Head Barista di Sejiwa, Jalan Progo, Kota Bandung. Dia ditemui di sela-sela penyelenggaraan audisi ICM 2019 di Miko Mall Bandung, Sabtu, 9 Februari 2019 malam. 

Sebelumnya, The King Purple buatan Irma merupakan hasil racikan antara biji kopi, buah berry dan minuman tradisional Jogja, Sarsaparilla. Hasil akhirnya di lidah adalah dominasi rasa kopi terfermentasi seperti wine. 

"Nanti untuk ke London, aku akan racik lagi sama bahan lain yang lebih spesial. Masih rahasia, tapi yang pasti biji kopi yang dipakai berasal dari Jawa Barat," ucap barista yang lebih dikenal dengan nama Irma Rosetta ini. 

Irma Purnama Coffee Master.*/ENDAH ASIH/PR

Membawa kopi Jawa Barat ke ajang London Coffee Master, Irma mengatakan punya tantangan tersendiri. Alasannya, sebagian biji kopi lokal kurang teraaa konsistensinya ketika dibawa ke luar negeri. Itu sebabnya, ia masih mencari biji kopi terbaik yang konsisten dalam soal rasa.  

Sebagai persiapan mengikuti London Coffee Master 2019, Irma terus mengoptimalkan proses latihan. Terutama, latihan sensori dengan terus menguji lidahnya untuk mengetahui asal kopi dari seluruh dunia. 

"Nanti di sana, kriteria yang dipertandingkan serupa dengan yang dipertandingkan dalam ICM yang pernah saya ikuti. Tapi dengan cakupan yang lebih luas karena kopi yang dipertandingkan dari seluruh dunia. Makanya persiapannya harus benar-benar serius karena saya membawa nama Indonesia," tutur ibu satu anak ini.***

Bagikan: