Pikiran Rakyat
USD Jual 14.285,00 Beli 13.985,00 | Sedikit awan, 21.1 ° C

Potret Perjuangan Perempuan di Tanah Tiongkok

Satira Yudatama
AKTOR memainkan bagian adegan dalam pertunjukan lakon "The Agent: Story From Tiongkok", adaptasi dari naskah "Mawar Hutan" karya Chen Chuen terjemahan Teng Ying Siang di Gedung Kesenian Sunan Ambu Institut Seni Budaya Indnesia Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Selasa, 5 Februari 2019. */SATIRA YUDATAMA/PR
AKTOR memainkan bagian adegan dalam pertunjukan lakon "The Agent: Story From Tiongkok", adaptasi dari naskah "Mawar Hutan" karya Chen Chuen terjemahan Teng Ying Siang di Gedung Kesenian Sunan Ambu Institut Seni Budaya Indnesia Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Selasa, 5 Februari 2019. */SATIRA YUDATAMA/PR

HSIA Yen Hua mengorbankan tenaga, pikiran, dan perasaannya. Yen Hua menikah dengan musuh guna menggali informasi, kemudian melaporkan kepada pimpinan pasukan gerilya. Kisah heroik Yen Hua tersuguh dalam pertunjukan teater dengan lakon "The Agent: Story From Tiongkok", adaptasi dari naskah "Mawar Hutan" karya Chen Chuen terjemahan Teng Ying Siang di Gedung Kesenian Sunan Ambu Institut Seni Budaya Indnesia Bandung, Jalan Buahbatu, Kota Bandung, Selasa, 5 Februari 2019. 

Lakon mengambil latar Tiongkok saat masih menjadi wilayah jajahan Jepang. Kiprah Yen Hua mencerminkan perjuangan masyarakat Tiongkok guna meraih kemerdekaan. Tersirat pula nilai humanis yang ada di dalam diri Yen Hua, representasi dari kalangan perempuan Tiongkok. Yen Hua menjalankan misi untuk kepentingan umum secara  tulus, tak perlu beroleh pengakuan masyarakat. Lantaran hal itu,  Dia mengibaratkan dirinya sebagai mawar hutan. 

Yen Hua melancarkan spionase secara rapi, bahkan tak terdeteksi sesama mata-mata. Jati diri Yen Hua sebagai salah seorang mata-mata terungkap pada akhir pertunjukan. Nyawa laki-laki bernama Liu Yun Chiau yang sedang terancam menjadi penyebab utama Yen Hua mengungkapkan jati dirinya. Identitas Yun Chiau telah terbongkar oleh musuh, cuma bisa selamat dengan  pertolongan Yen Hua. Yun Chiau merupakan personel mata-mata yang pernah mejalin hubungan asmara dengan Yen Hua. 

Sutradara Heksa Ramdono mengemas suguhan dengan menyisipkan sejumlah adegan parodi, di antaranya gim virtual pertarungan, tayangan anak-anak pada saluran Youtube, serta anime Naruto. Tampilan adegan tersebut sukses memancing tawa penonton, mengalihkan sejenak citra suasana tegang.

Deretan aktor yang terdiri atas Tegar Purba Purina, Ade Taufik, Dhani Beno, Dian Remeh, Sartika Putri, Christie Vaam Laloan, Ria Nilam Sari, ZZ Mia, Dwi Kakao, Gian A Hamzah, Herdi, Putri Sri Julianti, Inten Tri Wahyuni, Monica Wulandari menunjukkan penampilan apik. Mengenakan kostum tematik, mereka berakting sembari membubuhkan ekspresi emosi tebal, pengucapan dialognya pun begitu jelas. 

Pertunjukan tersuguh sekitar 100 menit, memuat beberapa babak. Kru tampak cekatan mengubah set di tengah pertunjukan, menunjang kelancaran, dan keutuhan suguhan cerita. Permainan musik secara langsung, berserta penerapan elemen artistik membubuhkan efek yang menebalkan unsur dramatis. 

Pertunjukan terselenggara atas kerja sama Badan Eksekutif Mahasiswa ISBI Bandung dengan Teater Candu, mengusung misi amal sekaligus memeriahkan Imlek, juga bentuk syukuran satu dekade Teater Candu. Teater Candu merupakan komunitas seni (teater) yang terbentuk pada 18 Desember 2008. 

Penyelenggara tak mematok harga tiket, sekadar mengharapkan sumbangan sukarela bagi warga terkena dampak bencana di berbagai daerah. Terdapat satu lagi jadwal pertunjukan di lokasi yang sama pada Rabu, 6 Februari 2019, pukul 19.00.***

Bagikan: