Pikiran Rakyat
USD Jual 14.279,00 Beli 14.181,00 | Umumnya cerah, 29.4 ° C

Humor Klise dan Alur Ringan Suguhan Film PSP Gaya Mahasiswa

Satira Yudatama
PSP Gaya Mahasiswa/MAX Pictures
PSP Gaya Mahasiswa/MAX Pictures

AKTIVITAS bermusik band senior Orkes Moral Pancaran Sinar Petromaks (OM PSP) sempat terbengkalai karena persoalan ­asmara. ­Beberapa personel OM PSP ­kesengsem ­seorang perempuan, berebut cinta sampai bertengkar. Berdasarkan ­penuturan pemain tamtam dan salah ­seorang vokalis OM PSP Ade Anwar, pertengkaran sebagian ­personel terjadi ­sungguhan. Ade ­mengungkapkan hal itu saat bandnya tampil di Bandung, sekitar tiga tahun lalu. 

Gambaran pertengkaran sebagian personel OM PSP karena rebutan cinta juga terjumpa dalam salah satu adegan film komedi berjudul ”PSP: Gaya Mahasiswa” garapan sutra­dara Hilman Mutasi. Monos de­ngan pemeran Imam Darto dan Rojali (Boris Bokir) bertengkar, menimbul­kan efek sua­sana tegang yang sempat mengganggu keharmonisan OM PSP. 

Konflik akibat persoalan asmara pada film sedikit berbeda dengan penuturan Ade Anwar tempo lalu. Ade mengatakan, personel bertengkar karena berebut cinta seorang janda ber­nama Fatimah, individu yang meng­inspirasi pembuatan lagu ”Fatimah”. Sementara itu, dalam film, Monos dan Rojali bersaing guna memperebutkan cinta gadis kembar. Semula, mereka tak menyadari gadis pujaannya merupakan individu yang berbeda. 

Kisah asmara Ade Anwar dengan pemeran Abdur Arsyad turut mengisi su­guhan film. Menurut versi film, justru Ade yang mengejar cinta Fatimah (Aura Kasih), melakukan berbagai cara guna menggapai harapannya. Fatimah merupakan pengelola tempat kos Ade dan ka­wan-kawan, menggantikan sementa­ra saudaranya (Ruth ”TJ” Permatasari) yang sedang meng­urus bisnis di luar kota. 

Isu hangat hoaks dan presekusi

Suguhan cerita memuat banyak pesan moral, sesuai dengan gaya musi­ka­litas OM PSP yang telah berkecimpung di industri musik selama 40 tahun. Tim penulis naskah yang terdiri atas Hilman Mutasi, Yanto Prawoto, dan Baskoro Adi mengadaptasikan pengalaman personel (OM PSP) ke latar kekinian. Sebagai bumbu penyampaian cerita, mereka juga membubuh­kan nuansa hiperbola, kentara pada adegan yang menam­pil­kan Ade dan kawan-kawan saat sedang mengerjakan soal ujian kuliah. 

Ade dan kawan-kawan menyontek dengan bantuan peralatan canggih, mengingatkan akan aksi tokoh agen 007 (film ”James Bond”) atau Ethan Hunt (”Mission Impossible”). 

Penulis menyertakan beberapa bahasan isu yang sedang hangat, di antaranya sebaran hoaks pada saluran media sosial dan potret praktik persekusi. Hal itu menyiratkan maksud ajakan kepada penonton agar lebih teliti memilah kabar, juga menghindari praktik persekusi. Pesan ajakan tersampaikan secara halus, tanpa ada kesan menggurui. 

Deretan pemain yang berprofesi sebagai komika (stand up comedian) seperti Boris, Adjis Doa Ibu, Uus, Abdur Arsyad, dan Wira Nagara kerap memperagakan tingkah dan ucapan kocak, begitu menunjang penggambaran mood cerita. Sejumlah komedian seperti Ence Bagus, Iang Darmawan, dan Ruth ”TJ” Permatasari juga menunjukkan hal serupa. 

Penampilan mereka kerap meman­cing tawa walaupun sebagian ungkapan humor terkesan klise. Personel asli OM PSP turut bermain sebagai cameo, menghadirkan daya tarik tersendiri bagi penggemarnya. 

Cerita relatif mudah tertebak

Penyuguhan cerita terkemas ringan juga relatif mudah tertebak. Film berdurasi 96 menit ini menonjolkan pengalaman personel OM PSP saat masih kuliah yang kerap berbuat jahil. Lantaran hal itu, Ade dan kawan-kawan hampir terkena hu­kuman out dari pihak kampus. 

Personel OM PSP yang terdiri atas Ade Anwar, Monos, Omen (Adjis Doa Ibu), Rojali, Dindin (Uus), Aditya (Wira Nagara), Andra Ramadan (David Schaap), dan James (Dimas Danang) terbebas dari hukuman out setelah mengung­kap kasus begal di lingkungan kampus. Kasus itu sempat me­lebar menjadi hoaks, mengancam keselamatan salah seorang yang tak bersalah 

Narasi perihal perjuangan personel OM PSP merintis karier bermusik menghadirkan nilai histori. Pada fase awal karier, mereka pernah beberapa kali menjumpai situasi sulit, sepi tawaran memanggung. 

Di tengah situasi sulit, OM PSP ber­oleh tawaran memanggung dari pihak event organizer, de­ngan syarat mesti mengajak biduan seksi. Akan tetapi, OM PSP menolak tawaran itu karena tak sesuai dengan gaya musi­ka­litas OM PSP. 

Berkat kerja keras, OM PSP kembali beroleh tawaran memanggung. Karier mereka terus berkembang, menembus kancah industri musik nasional.***

Bagikan: