Pikiran Rakyat
USD Jual 14.150,00 Beli 13.850,00 | Hujan, 23.7 ° C

Detoksifikasi Digital, Kurangi Dampak Kesehatan Mental Anak akibat Media Sosial

Eva Nuroniatul Fahas
Ilustrasi/DOK PR
Ilustrasi/DOK PR

HEALTH and Social Care Secretary di Inggris menyebutkan media sosial berdampak besar pada kesehatan mental anak-anak. Politisi Inggris, Matt Hancock mengutarakan kekhawatiran dengan semakin banyak bukti bahwa media sosial merugikan kesehatan anak muda.

Sebagaimana diberitakan laman Sky News pada Sepetember 2018, Matt lantas mengajukan penyusunan panduan penggunaan internet dan media sosial kepada Menteri Kesehatan Inggris, Dame Sally Davies. Panduan resmi tersebut akan mengatur secara resmi batas waktu yang aman bermain media sosial. Panduan itu bekerja dengan cara yang mirip dengan pembatasan konsumsi alkohol yang aman.

"Sebagai orangtua, Anda ingin ada aturan yang bisa membantu Anda mengendalikan penggunaan internet bagi anak-anak. Panduan itu berguna untuk menentukan norma di masyarakat sehingga setiap orang punya kewajiban untuk taat aturan terkait periode menggunakan internet, khususnya bagi anak-anak," kata Hancock.

Hingga panduan resmi itu dirilis, orangtua bisa mulai mengendalikan pemakaian media sosial untuk anak-anaknya. Detoksifikasi digital menjadi penting agar kesehatan mental anak muda tetap terjaga.

Detoksifikasi ini terdiri atas upaya-upaya sederhana terkait perilaku bermain media sosial. Misalnya, matikan suara notifikasi telefon seluler, dan hanya boleh mengecek media sosial setiap satu jam sekali.

Buat dalam satu hari ada waktu "tanpa layar", misalnya saat jam makan. Bisa juga dengan menaruh HP di ruangan lain ketika anak tidur.

Untuk mereka yang memiliki anak dengan kecanduan media sosial, hal-hal seperti itu perlu dilakukan. Jenis perawatan yang paling berhasil untuk kecanduan online tampaknya adalah terapi ­perilaku kognitif, yakni terapi bicara yang dirancang untuk membantu orang mengubah cara mereka berpikir dan berperilaku.***

Bagikan: