Pikiran Rakyat
USD Jual 14.020,00 Beli 14.118,00 | Umumnya cerah, 27.9 ° C

Konser 1 Hati 1 Cinta, Perjalanan Armand Maulana dan Dewi Gita

Windy Eka Pramudya
Konser 1 Hati 1 Cinta.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR
Konser 1 Hati 1 Cinta.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

MEMBINA rumah tangga sekaligus karier bermusik selama 25 tahun bukan perkara mudah. Akan tetapi, pasangan Armand Maulana dan Dewi Gita berhasil mencapai usia tersebut.

Untuk merayakan ulang tahun perak pernikahan dan momen bermusik, Armand dan Dewi menggelar konser 1 Hati 1 Cinta. Konser yang dipromotori Merah Putih Production ini berlangsung di Ciputra Artpreneur Jakarta, bertepatan dengan tanggal ulang tahun pernikahan mereka, yaitu Jumat, 11 Januari 2019.

Tampil selama hampir 2,5 jam, Armand dan Dewi merangkum aksi dengan sekitar 25 tembang. Selama konser, penonton yang hadir diajak untuk melihat perjalanan cinta serta karier Armand dan Dewi sebagai seniman musik.

Mengawali konser, Armand tampil solo. Dia mengisi repertoar dengan deretan nomor yang akan termuat di album solonya. Lagu Tunggu Di Sana yang bertempo cepat langsung menaikan adrenalin penonton. Kendati tampil sendiri, Armand tetap lincah di atas panggung.

"Selamat malam semuanya. Pertama kali dalam sejarah musik saya, bikin konser besar, tapi saya sendiri. Kalau sama Gigi bikin konser besar, sudah sering. Akan tetapi, ini konser perjalanan karier saya 25 tahun, saya bisa tampil sendiri, dan sama istri. Jadi bangga sekali," ujar Armand.

Setelah menyapa, Armand menyuguhkan Bawa Daku Pergi yang dipopulerkan Ruth Sahanaya. Menurut Armand, Bawa Daku Pergi adalah salah satu lagu Indonesia favoritnya. Untuk itulah, Armand memaksa label Trinity Optima Production agar memasukan lagu ini ke dalam album solonya yang akan segera dirilis.

"Dalam perjalanan pacaran saya dan Dewi, pernah juga Dewi menduakan saya, tapi itu dulu. Nah, lagu berikut ini menggambarkan itu, tentang pengkhianatan. Lagu ini ciptaan David 'Noah', dengarkan ya," ujar Armand.

Sebelum menutup segmen solonya, Armand menggempur telinga penonton dengan Terluka dan Sebelah Mata. Dari lagu-lagu yang disajikan, Armand memang terasa ingin keluar dari zona nyamannya sebagai vokalis band Gigi.

Seusai Armand, sang istri, Dewi Gita mengambil alih kendali pentas. Kedatangan Dewi ditandai dengan nuansa budaya Sunda nan kental. Suara rebab berpadu kendang menjadi pendukung seorang penari topeng beraksi.

Hit milik Dewi, Penari membuka aksinya. Di tengah lagu Dewi bahkan memamerkan kemampuannya menari jaipongan.

Setelah Penari, secara medley, Dewi menyuguhkan Padamu, Kekaguman Cintaku, dan Apa Jadinya. Dewi kemudian memanggil rekan kolaborasinya, Kenny Gabriel yang tergabung dalam Electroma.

Duet Electroma ini lahir berkat program The Remix di Net TV. Bersama Electroma, Dewi menampilkan Bangbung Hideung, sebuah nomor Sunda yang disajikan modern dalam balutan musik pop elektronik yang disambung dengan Zamrud Khatulistiwa. 

"Kenny ini masih muda, hebat ya dia mau kolaborasi sama saya. Jadi nama Electroma itu merupakan singkatan dari elektronik emak-emak," ungkap Dewi yang mengundang tawa penonton.

Armand Maulana.*/WINDY EKA PRAMUDYA/PR

Tampil bersama Gigi

Tak afdal rasanya jika Armand tak hadir bersama Gigi. Terbentuk 25 tahun lalu, Gigi adalah band yang membesarkan Armand dan menjadi keluarga keduanya. Bagi Armand, Gigi adalah anugerah di hidupnya. Armand menyebutkan, pada 11 Januari 1994, dia menikahi Dewi Gita, setelah itu 22 Maret 1994 Gigi merilis album pertama, Angan.

Kendati tampil tanpa Budjana yang sedang rekaman di Jerman, Armand, Thomas (bas), dan Hendy (drum) tetap tampil energik. Bersama Gigi, penonton diajak menggelar kor massal dengan lagu Nakal, Kuingin, Yang Tlah Berlalu (Nirwana), dan Janji. 

"Selamat untuk pernikahan Armand dan Dewi, semoga langgeng terus. Alhamdulillah Gigi juga 25 tahun. Tunggu konser 25 tahun Gigi ya," kata Hendy.

Sebelum duet Armand dan Dewi hadir, panggung diisi aksi RAN yang dihuni Rayi (vokal), Asta (gitar), dan Nino (vokal). Di konser itu, Armand memberikan ruang untuk para talenta muda di industri musik Indonesia. Repertoar RAN diisi Terbang dan Begitulah Cinta yang dilantunkan bersama Marion Jola.

Konser 1 Hati 1 Cinta ditutup dengan segmen Ruang Keluarga Armand dan Dewi. Kejutan tercipta saat putri tunggal Armand dan Dewi, Naja Dewi Maulana naik pentas. Bersama Dewi, Naja menyanyikan Fly Me to The Moon. Gemuruh tepuk tangan penonton terdengar saat Naja menuntaskan aksinya.

Armand menyusul Dewi dan Naja sambil bercerita tentang ide konser 1 Hati 1 Cinta.

"Label ingin kami merilis single duet sebagai hadiah pernikahan. Kami setuju. Pilihan lagunya banyak, dan bagus tapi kami kurang sreg. Akhirnya, saya meminta personal ke Melly Goeslaw. Gila, tiga hari lagunya selesai. Lagu itu kemudian diaransemen Marco Steffiano dan Dimas Wibisana yang juga jadi music director konser ini. Semoga semua suka," ujar Armand. 

Duet penuh cinta Armand dan Dewi disajikan lewat nomor Perjalanan Cinta (Terima Kasih Sayang). Lirik romantis racikan Melly berpadu aransemen gubahan Marco dan Dimas, membuat lagu ini menjadi single apik yang membuka 2019. 

Selain Perjalanan Cinta (Terima Kasih Sayang), duet Armand dan Dewi juga tercipta di nomor Sang Legenda. Lagu ini dirilis saat mereka merayakan 20 tahun pernikahan.

Konser 1 Hati 1 Cinta ditutup dengan nomor 11 Januari. Lagu ini ditulis Armand bersama Budjana agar Armand mengingat tanggal pernikahannya dengan Dewi. Armand tak pernah menduga, lagu yang termuat di album Gigi Peace, Love & Respect (2007) ini booming dan membawa Gigi mencatat prestasi.***

Bagikan: